Persekutuan Oikumene Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi se-Jayapura Papua (POM STT JP) mengadakan Diskusi Publik secara daring melalui Google Meet

#daerah

sidikpolisinews.id – Persekutuan Oikumene Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi se-Jayapura Papua (POM STT JP) mengadakan Diskusi Publik secara daring melalui Google Meet   dengan tema *Pandangan Teologis Antropologis dan Eksistensi Injil serta Tantangan Bagi Gereja-Gereja di Papua*. Diskusi ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa teologi dan sekuler baik dari Jayapura maupun luar kota Papua, Jumat, 7/2025.

Diskusi dipandu oleh Yoi Wenda, mahasiswa STT Walter Post, dengan moderator Yelpit Wakerwa, Ketua BEM STT Baptis Papua. Materi disajikan oleh Nabi Wahyu Heluka dan Roniel Mirin, Ketua BEM STT Walter Post. Roniel Mirin, dalam pemaparannya, menyatakan bahwa Injil harus ditanam di atas eksistensi antropologi agar dapat berakar, tumbuh, dan berbuah dalam konteks kehidupan umat Tuhan di Papua. Ia mengaitkan hal ini dengan perumpamaan Yesus tentang menabur benih yang jatuh di berbagai jenis tanah, mencerminkan kondisi umat Tuhan di Papua yang tengah menghadapi berbagai tantangan internal dan eksternal.

Sementara itu, Nabi Wahyu Heluka mengungkapkan tantangan bagi gereja di Papua yang bersifat masif, terstruktur, dan sistematis baik dari dalam maupun luar gereja. Ia menegaskan pentingnya mahasiswa teologi sebagai agen perubahan yang dapat melihat, mendengar, berbicara, dan bertindak untuk kebenaran Injil Yesus Kristus. Tantangan gereja dihadapi dalam masalah internal seperti spiritualitas iman, masalah sosial-budaya, dan pembinaan pemuda, serta eksternal, seperti pelayanan bagi pengungsi, perampasan tanah adat, diskriminasi rasial, dan pelanggaran HAM.

Yustinus Mirip, Ketua POM STT JP, menekankan bahwa mahasiswa teologi adalah pemimpin masa depan gereja yang harus mengikuti teladan pelayanan Yesus Kristus. Diskusi ini menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas mahasiswa teologi agar lebih kritis, objektif, dan realistis dalam menghadapi persoalan yang ada di Papua.

Sumber: Nabi W. Heluka

Pewarta: Marinus Heluka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *