Kasongan (Sidikpolnews.id) – Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan memulai hari pertama Pelatihan Kemandirian Pembuatan Tempe dan Produk Olahannya yang diikuti oleh 20 warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini menggandeng 4 instruktur dari LPK Multi Karya Palangka Raya sebagai pendamping pelatihan, Senin (11/8).
Pada sesi perdana ini, para peserta mendapat pembekalan dan praktik langsung pembuatan tempe, mulai dari tahap persiapan bahan baku, perebusan kedelai, penimbangan, hingga pembungkusan untuk proses fermentasi. Instruktur menjelaskan secara detail teknik pengolahan yang tepat agar tempe memiliki kualitas terbaik, meliputi pemilihan kedelai, perendaman, pengupasan kulit, perebusan, pendinginan, hingga pencampuran ragi tempe.
Suasana pelatihan berlangsung antusias. Peserta tampak aktif mengikuti arahan instruktur, saling bekerja sama, dan mencoba langsung setiap tahapan pembuatan. Hasil olahan pada hari pertama ini telah dikemas dalam plastik dan siap menjalani proses fermentasi hingga menjadi tempe yang siap diolah lebih lanjut.

Kalapas Narkotika Kelas IIA Kasongan menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat memberikan bekal keterampilan wirausaha bagi warga binaan setelah bebas nanti. “Dengan keterampilan ini, mereka memiliki peluang untuk mandiri secara ekonomi dan berkontribusi positif di masyarakat,” ujarnya.
Pelatihan akan dilanjutkan pada hari-hari berikutnya dengan materi pengembangan inovasi produk olahan tempe bernilai jual tinggi.
(Mely-Wakaperwil)















