Kasongan (Sidikpolnews.id) – Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan melanjutkan hari kedua Pelatihan Kemandirian Pembuatan Tempe dan Produk Olahannya yang diikuti oleh 20 warga binaan pemasyarakatan (WBP), Selasa (12/8). Kegiatan ini tetap menggandeng 4 instruktur dari LPK Multi Karya Palangka Raya sebagai pendamping pelatihan.
Pada sesi kedua ini, peserta mempraktikkan pengolahan tempe menjadi produk bernilai jual yaitu nugget tempe. Proses pembuatan dimulai dari penggilingan tempe, pencampuran dengan sayuran dan bumbu, pencetakan adonan, pengukusan, pelapisan tepung roti, hingga pengemasan. Instruktur memberikan penjelasan detail terkait teknik pengolahan yang tepat agar produk memiliki rasa lezat, tekstur baik, dan daya tahan lebih lama.
Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan, bekerja sama dalam tim, serta mencermati tips dari instruktur untuk menghasilkan produk yang menarik dan layak jual. Hasil olahan pada hari kedua ini telah dikemas rapi dan siap dipasarkan.

Kalapas Narkotika Kelas IIA Kasongan menyampaikan bahwa keterampilan pengolahan seperti ini sangat bermanfaat bagi WBP. “Kami berharap, setelah bebas nanti, mereka dapat mengembangkan usaha sendiri dan menjadi pribadi yang produktif serta mandiri,” ujarnya.
Pelatihan akan berlanjut dengan materi inovasi olahan tempe lainnya yang memiliki potensi pasar luas dan nilai ekonomi tinggi.
Kontributor : Humas Lapas Narkotika Kasongan
#kemenimipas#Ditjenpas#pemasyarakatan#guardandguide#DitjenpasKalteng#IPutuMurdiana#infoimipas#LapasNarkotikaKasongan#HumasLapasNarkotikaKasongan
(Mely-Wakaperwil)















