sidikpolisinews.id ,Poso, Sulawesi Tengah – Gempa bumi berkekuatan 6,0 skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Minggu (17/8/2025) pukul 05.38 WIB. Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat pada kedalaman 10 kilometer, tepatnya 18 kilometer barat laut Poso.
Guncangan cukup kuat dirasakan warga di sejumlah wilayah Kecamatan Poso Pesisir, seperti Desa Masani, Tokorondo, Towu, Pinedapa, Tangkura, dan Lape. Warga yang sedang beristirahat langsung panik dan berhamburan keluar rumah mencari tempat aman.
“Guncangannya terasa keras, sekitar 15 detik. Banyak warga langsung lari ke jalan karena khawatir rumah roboh,” ungkap Arif, salah satu warga Desa Tokorondo.
Sementara itu, getaran juga dirasakan di Kabupaten Sigi dengan intensitas sedang selama sekitar tujuh detik. Hingga kini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa.
Kepala BNPB, Suharyanto, telah menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan melakukan pendampingan langsung di lapangan. Kebutuhan mendesak yang saat ini dipetakan adalah tenda darurat dan obat-obatan bagi warga terdampak.
“Masyarakat diminta tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan. Hindari bangunan yang retak dan segera siapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan pokok,” tegas Suharyanto dalam keterangan resminya.
BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, meski gempa kali ini tidak berpotensi tsunami karena pusat gempa berada di daratan. Warga diminta memantau informasi resmi dari BMKG, BNPB, maupun pemerintah daerah untuk menghindari berita hoaks.
Saat berita ini diturunkan, situasi di Poso berangsur kondusif. Namun, banyak warga masih memilih berada di luar rumah sambil menunggu perkembangan lebih lanjut dari pihak berwenang.(Slh)















