Sidik polisi news.29/11/2025.Makassar — Kota Makassar bersiap memasuki agenda demokrasi tingkat akar rumput yang paling menentukan: Pemilihan RT/RW Serentak yang akan berlangsung 3 hingga 11 Desember 2025. Pemilihan ini adalah momentum untuk memperbaiki kualitas kepemimpinan di lingkungan warga sekaligus memastikan roda pemerintahan paling dasar berjalan efektif dan transparan.
Di tengah dinamika itu, muncul figur-figur muda yang mulai mengambil peran strategis. Salah satunya adalah Ariyanto, calon Ketua RT 02 RW 06 Kelurahan Pa’Baeng-Baeng, yang hadir dengan semangat pembaruan melalui tagline “Yang Muda yang Berkarya.” Ia tampil membawa program yang menyentuh kebutuhan nyata warga, mulai dari keamanan, kebersihan, hingga pelayanan administratif yang selama ini sering menjadi keluhan.
Dalam kampanyenya, Ariyanto menawarkan empat agenda prioritas yang ia anggap krusial bagi kualitas hidup warga:
Memperketat keamanan lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan warga,
Menggerakkan budaya bersih, tertib, dan sehat,
Mengoptimalkan pelayanan administrasi agar cepat, jelas, dan mudah diakses,
Membangun pola komunikasi yang terbuka serta melibatkan warga dalam pengambilan keputusan.
Ariyanto menekankan bahwa lingkungan RT harus menjadi ruang yang aman, rukun, bersih, dan partisipatif, serta didukung oleh pelayanan yang transparan dan kolaboratif. “Sudah saatnya yang muda tampil bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai penggerak perubahan,” demikian salah satu pernyataan sikapnya dalam kampanye.
Namun di balik euforia ini, terdapat catatan penting yang terus digaungkan, netralitas aparat panitia pemilihan di tingkat kelurahan. Sejumlah tokoh masyarakat mengingatkan bahwa sekecil apa pun intervensi atau keberpihakan dapat memicu gesekan di tengah warga dan berpotensi mengganggu stabilitas keamanan lingkungan.
Karena itu, ia menyerukan agar panitia pemilihan, lurah, dan seluruh perangkat kelurahan wajib menjaga netralitas absolut, tidak memberikan dukungan terselubung, dan tidak memengaruhi proses pemilihan dalam bentuk apa pun. Pemilihan RT/RW harus berlangsung bersih, objektif, dan bebas tekanan.
Ariyanto mengingatkan bahwa gesekan sosial paling sering terjadi di level komunitas, sehingga integritas panitia dan perangkat kelurahan menjadi kunci terciptanya pemilihan yang damai. “Netralitas adalah syarat utama agar proses berjalan jujur dan warga merasa aman,” ujarnya.
Dengan antusiasme warga dan munculnya pemimpin muda seperti Ariyanto, pemilihan RT/RW serentak ini diharapkan menjadi batu loncatan terciptanya lingkungan yang lebih baik, lebih terkelola, dan lebih responsif. Semangat “Yang Muda yang Berkarya” kini menantang seluruh elemen untuk menjaga proses demokrasi lokal tetap sehat dan bermartabat.(jp@tim)















