
Mappi 12 April 2025 – Pendidikan di Kabupaten Mappi, sekalipun merupakan kabupaten dan provinsi baru di Provinsi Papua Selatan, harus terus dikembangkan dan diperkuat untuk menciptakan generasi emas tahun 2045.
Hal ini ditegaskan oleh PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Kabupaten Mappi yang menekankan pentingnya pengembangan ekstrakurikuler (ekskul) secara rutin di semua jenjang pendidikan di Kabupaten Mappi.
“Ekskul merupakan salah satu wadah yang dapat menumbuhkan kreativitas dan inovasi anak,” jelas Hendrik M. Nauseny, S.IP, Bidang Koordinator Advokasi dan Hukum PGRI Kabupaten Mappi. “Melalui ekskul, anak akan memiliki peluang untuk mengembangkan bakat dan minat mereka, sehingga akan tercipta generasi muda yang berkompeten dan mampu bersaing di masa depan.”

PGRI Mappi juga menekankan pentingnya pendidikan karakter dan kecerdasan emosional anak sejak dini.
“Pendidikan karakter menjadi kunci untuk membangun karakter anak,” tegas Hendrik M. Nauseny. “Hal ini berkaitan dengan melatih kepribadian, sifat atau watak, juga perilaku dan kebiasaan ke arah yang lebih positif. Dengan begitu, pendidikan karakter bagi anak adalah fondasi bagi tumbuh kembang dan terbentuknya diri anak, sampai ketika ia dewasa.”
Hendrik menjelaskan bahwa aspek-aspek yang dituju dalam pendidikan karakter sering kali bertumpang tindih dengan kecerdasan emosional.
“Kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk mengelola perasaan diri, sekaligus memahami perasaan orang lain di sekitar kita,” jelasnya. “Daniel Goleman dalam bukunya ‘Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ’ (1995), menyebutkan bahwa terdapat 5 aspek dasar dari kecerdasan emosional, yaitu kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial.”
Menurut Hendrik, pendidikan karakter dan kecerdasan emosional merupakan kunci untuk menciptakan generasi muda yang berkarakter kuat, mampu mengatur emosi, dan memiliki keterampilan sosial yang baik.
“Anak-anak yang memiliki kecerdasan emosional yang baik akan mampu mengidentifikasi dan mengekspresikan perasaan mereka, mengontrol diri, mengerti perasaan orang lain, dan bertindak secara efektif dalam berinteraksi dengan orang lain,” jelas Hendrik. “Hal ini sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan berbudaya.”
PGRI Kabupaten Mappi berkomitmen untuk terus mendorong dan menjalankan program pendidikan karakter dan kecerdasan emosional di seluruh sekolah di Kabupaten Mappi. Mereka berharap bahwa upaya ini dapat membantu dalam menciptakan generasi emas tahun 2045 yang berkarakter kuat, cerdas, dan berinteraksi.
Red ( AL )














