Sintang Kalbar, Sidikpolisinews.id – Kemacetan di kawasan Tugu Jam Sintang menjadi persoalan rutin yang dihadapi masyarakat, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari. Kondisi ini disebabkan oleh tingginya volume kendaraan, aktivitas masyarakat yang berangkat bekerja dan sekolah, serta sempitnya akses di Jembatan Lintas Melawi dari arah Simpang Lima.
Seorang warga, Efendi, mengungkapkan keluhannya saat diwawancarai:
“Ya di seputar tugu jam dan jembatan lintas Melawi sering macet, sehingga sangat mengganggu aktivitas warga.”
Sorotan Sidikpolisinews
Sidikpolisinews menyoroti situasi kondisi seputaran area tugu jam. Perlu menjadi perhatian dinas terkait, bahwa “sempitnya persimpangan Tugu Jam” juga menjadi penyebab seringnya terjadi kemacetan di sekitar lokasi tersebut. Bahkan tidak jarang “sering terjadi kecelakaan akibat tidak adanya lampu pengatur lalu lintas”.
Menanggapi permasalahan kemacetan tersebut, Polres Sintang mengambil langkah dengan meluncurkan program “Sapa Pagi Senentang.” Program ini diinisiasi oleh Kapolres Sintang untuk membantu mengatur arus lalu lintas di titik-titik rawan macet, seperti Tugu Jam, area sekolah, dan persimpangan utama.
Langkah Proaktif Polres Sintang
Menurut Iptu M. Sipayung, Kanit Laka Sat Lantas Polres Sintang, kemacetan di Tugu Jam biasanya dimulai pukul 06:00 WIB. Ia menjelaskan bahwa Polres Sintang telah menugaskan 10 personel setiap pagi untuk mengatur lalu lintas di kawasan tersebut, mengingat tingginya aktivitas masyarakat di waktu tersebut.
“Kemacetan juga disebabkan oleh padatnya kendaraan yang melewati Jembatan Lintas Melawi yang sempit. Ditambah lagi, perilaku pengendara yang tidak sabar dan saling serobot juga memperburuk keadaan,” jelas Iptu Sipayung.
Selain pengaturan lalu lintas, Polres Sintang juga berencana memberi masukan kepada pihak terkait untuk memasang baliho edukasi di sekitar Tugu Jam. Baliho tersebut akan memuat pesan-pesan yang mendorong masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas.
Beberapa waktu lalu ada sebuah pesan menarik pada banner yang dipasang di tugu jam oleh seseorang, “entah siapa yang pasang”, bertuliskan “Pengendara yang pertama kali sampai di tugu jam, diutamakan berjalan.”
Imbauan Keselamatan dari Polres Sintang
Dalam upaya mengurangi kemacetan dan kecelakaan, Polres Sintang juga terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kedisiplinan berlalu lintas.

“Pesan saya kepada masyarakat Sintang agar selalu taat berlalu lintas. Kecelakaan sering terjadi akibat pelanggaran aturan. Gunakan helm standar dan patuhi aturan demi keselamatan. Jika ada pelanggaran, kami tidak segan memberikan teguran atau sanksi,” tutup Iptu Sipayung.
Dengan program Sapa Pagi Senentang dan edukasi masyarakat, Polres Sintang berharap dapat menciptakan kelancaran lalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di kawasan Tugu Jam dan sekitarnya.
STK/Red















