Sidikpolisinews.id MEULABOH – Warga Gampong Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat dihebohkan dengan penemuan sesosok jenazah laki-laki yang diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Selasa (16/6/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Baihaqi (32), seorang buruh bangunan asal Medan ber alamat Desa Leungah, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar. Ia ditemukan pertama kali oleh kepala tukang dalam kondisi tak bernyawa di sebuah ruko bangunan tempatnya bekerja.
Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa kelam ini pertama kali diketahui sekitar pukul 05.15 WIB oleh Adi Subandi (65), selaku kepala tukang. Pagi itu, Adi baru saja kembali dari Masjid Agung usai melaksanakan Shalat Subuh.
Setelah berganti pakaian, Adi melihat ke arah belakang bangunan ruko. Ia seketika terkejut mendapati korban sudah dalam keadaan tergantung dan diduga kuat telah meninggal dunia. Adi langsung menghubungi pemborong bangunan bernama Salian, lalu membangunkan para pekerja lain yang sedang tidur di lantai II ruko tersebut.
Aparatur Gampong Drien Rampak yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi pada pukul 08.30 WIB dan segera menghubungi pihak Polres Aceh Barat.
Hingga pada pukul 09.25 WIB, Tim Inafis dan Piket Pawas SPKT Polres Aceh Barat tiba di lokasi kejadian untuk memasang garis polisi (police line), melakukan olah TKP, serta meminta keterangan para saksi. Tak lama setelah itu, pukul 09.50 WIB, satu unit ambulans dari RSUD Cut Nyak Dhien tiba untuk mengevakuasi jenazah korban ke ruang jenazah demi pemeriksaan lebih lanjut.
Untuk mengetahui lebih dalam mengenai latar belakang insiden memilukan ini, jurnalis berhasil mewawancarai Bang Win, salah satu saksi/pihak di sekitar lokasi kejadian yang mengetahui betul kondisi korban sebelum wafat.
“Selamat siang Bang Win, bisa diceritakan bagaimana kondisi atau gelagat korban sebelum kejadian ini terjadi?”
Bang Win: “Ya, jadi korban ini kan sebenarnya sudah kerja di sini sama lima pekerja lain sekitar satu bulan tiga minggu. Nah, belakangan ini dia (korban) memang sering kelihatan ada masalah. Dia sering berantem lewat telepon sama pacarnya yang tinggal di Aceh Timur.”
“Apakah malam sebelum kejadian ada pertengkaran hebat lagi, Bang?”
Bang Win: “Iya benar. Kejadian ini kayaknya dipicu setelah dia selesai teleponan malam itu. Gara-gara masalah perempuan (pacarnya) itu, dia ngerasa kecewa berat dan langsung nekat gantung diri subuh tadi.”
“Bagaimana respon dari pihak keluarga korban saat ini?”
“Alhamdulillah, pihak keluarga sudah dikabari dan mereka menerima kejadian ini dengan ikhlas. Rencananya, jenazah korban akan langsung dibawa pulang ke rumah keluarganya di Medan untuk dimakamkan.”
Proses evakuasi jenazah selesai sepenuhnya pada pukul 10.25 WIB dalam situasi yang aman dan lancar.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa penyebab pasti kematian korban masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut. Kendati demikian, berdasarkan hasil pengamatan awal di TKP serta keterangan saksi-saksi, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik maupun indikasi keterlibatan pihak lain yang mengarah pada tindak pidana. Corak kejadian murni mengarah pada tindakan bunuh diri akibat depresi asmara.















