Berita  

Tom Lembong bicara Abolisi, ini kesempatan baik untuk meluruskan

 

Manado, Sidikpolisinews.id –

Manado – 18/8/2025
Mantan Menteri Perdagangan sekaligus mantan orang kepercayaan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong, secara terbuka mengakui kesalahan dan penyesalannya terkait ketegangan yang sempat terjadi antara dirinya dan Jokowi selama masa kampanye Pilpres 2024.

Dalam sebuah wawancara dengan Najwa Shihab yang diunggah di kanal YouTube Najwa Shihab, Sabtu (16/8/2025), Tom menyampaikan bahwa ia merasa telah “kebablasan” dalam menyikapi situasi politik yang panas kala itu.

“Ini kesempatan yang baik untuk meluruskan. Salah saya sih,” kata Tom blak-blakan.

Tom mengungkapkan bahwa emosinya sempat memuncak saat tensi politik menjelang Pilpres 2024 meninggi.

Ia menilai responsnya kala itu kurang proporsional dan mencerminkan kegagalan dalam menjaga etika serta loyalitas terhadap sosok yang pernah memberinya kepercayaan besar di pemerintahan.

“Mungkin waktu lagi panas-panasnya kampanye, saya kebablasan. Ya bisa dibilang banyak penyesalan dari masa-masa saya di pemerintah,” ujar Tom.

Selama menjabat, Tom dikenal sebagai salah satu tokoh teknokrat yang dipercaya Jokowi dalam berbagai peran penting: mulai dari penasihat ekonomi, penulis pidato, hingga anggota kabinet.

“Ini tidak baik, karena kepercayaan yang diberikan oleh Pak Jokowi kepada saya sebagai penasehat ekonomi, sebagai penulis pidato, sebagai menteri, anggota kabinet,” tambahnya.

Meski mengakui pernah bersikap salah, Tom tetap menunjukkan penghargaan tinggi kepada Jokowi.

Ia menyebut, pengakuan terbukanya ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan refleksi pribadi, notabene bukan pengkhianatan terhadap pendukung atau nilai-nilai yang ia anut.

“Ya, mungkin banyak pendukung saya akan kesal mendengar saya bicara begini. Tapi secara etika, saya wajib menghargai kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh Pak Jokowi pada masanya,” tegasnya.

Tom juga menambahkan bahwa apa yang ia alami menjadi pembelajaran penting dalam menjaga profesionalisme dan hubungan politik yang sehat di masa mendatang.

“Kesalahan yang saya buat tidak mudah dilupakan. Tapi pengalaman ini menjadi momen introspeksi agar tidak terulang lagi bagian dari pembelajaran saya untuk lebih bijak dan tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan,” tutup Tom.

Sidikpolisinews.id Sulut
(A. J. Ratag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *