SIDIKPOLISINEWS.ID, Jakarta Utara – Aksi tawuran antarwarga yang kerap terjadi di wilayah Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, dinilai sudah seperti rutinitas yang meresahkan masyarakat. Tokoh masyarakat sekaligus Ketua Majelis Tawassul Pademangan (MTP), Agus Hermianto (56), menyampaikan sejumlah masukan kepada pihak kepolisian agar persoalan ini dapat segera ditangani secara efektif.
“Saya sebagai masyarakat menyarankan agar kepolisian bisa mengantisipasi dan meminimalisir sering terjadinya tawuran di wilayah Pademangan. Salah satunya dengan cara jemput bola,” ujar Agus Hermianto saat ditemui di Musholla Nurul Hikmah , Kamis (23/10/2025).
Menurutnya, pendekatan persuasif menjadi langkah penting yang perlu dilakukan aparat kepolisian. Ia berharap pihak kepolisian tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga aktif mendatangi wilayah yang sering menjadi lokasi bentrokan dan mendatangi kelompok – kelompok pemuda yang kerap tawuran atau lebih dikenal dengan sebutan Gank Motor ke markas mereka.
“Kepolisian bisa mendatangi beberapa wilayah yang sering terjadi keributan dengan berkoordinasi bersama pengurus wilayah atau tokoh masyarakat setempat. Dari situ bisa dilakukan sosialisasi atau penyuluhan untuk membina warga yang sering terlibat tawuran,” jelasnya.
Agus juga menyoroti pentingnya pembinaan mental dan rohani bagi para remaja yang kerap terlibat dalam aksi tawuran. Menurutnya, faktor keluarga sering menjadi akar permasalahan.

“Banyak dari anak-anak yang ikut tawuran berasal dari keluarga yang tidak harmonis, atau broken home. Mereka butuh perhatian dan pembinaan, bukan hanya hukuman. Karena itu, saya berharap kegiatan siraman rohani dan pembinaan bisa rutin dilakukan,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Agus Hermianto berharap pihak kepolisian dapat bersinergi dengan tokoh masyarakat dan lembaga keagamaan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif di Pademangan Barat.
“Harapan kami, dengan kerja sama yang baik antara masyarakat dan aparat, kejadian tawuran bisa berkurang bahkan tidak terjadi lagi.”pungkasnya.(Slh)















