TEGAS DAN JELAS.Tolak Damai, Korban Minta Sindikat Perbankan Diadili
Makassar,[15-JULI 2025].SIDIK POLISI NEWS||Kasus dugaan pembobolan dana pensiun melalui modus perbankan yang dilaporkan di Polrestabes Makassar kini memasuki tahun kedua tanpa kejelasan hukum. Pihak korban pun kembali mendesak agar Polda Sulsel menuntaskan kasus yang mereka nilai sebagai kejahatan terorganisir atau mafia bank.

Dalam gelar perkara khusus yang digelar di ruangan ditreskrimum polda sulsel Jalan Perintis Kemerdekaan di lantai 2 yang di hadiri langsung penyidik Polda Sulsel,polrestabes, Irwasda, Paminal, ditreskrimum, serta kuasa hukum kedua belah pihak, muncul pengakuan dari pihak terlapor untuk mengembalikan dana korban. Pihak pelapor menilai itu sebagai bukti adanya unsur kesalahan.
Ini bukan sekadar penipuan. Ini adalah kejahatan perbankan. Nama-nama seperti Pepe Marla Ginting, Henny Adam, dan beberapa lainnya diduga bagian dari sindikat,” Kata kuasa hukum korban.
Korban sendiri menolak tawaran damai dari pihak terlapor. Menurut mereka, kasus ini melibatkan banyak korban dan tidak layak diselesaikan secara kekeluargaan.
Kami menolak damai. Kalau tidak ditindak sekarang, kejahatan ini bisa memakan lebih banyak korban, termasuk orang tua kita,” Lanjutnya.
Salah satu korban bahkan dilaporkan mengalami stroke karena stres menunggu kejelasan hukum selama hampir dua tahun. “Awalnya sehat, tapi karena kasus ini terus mandek, akhirnya beliau jatuh sakit,” Tambah pelapor.
Pihak keluarga dan kuasa hukum korban berharap Polda Sulsel menindak tegas para terduga pelaku dan membawa perkara ini ke tahap penuntutan.
(Jupe@4llu)
Sumber : Tim Kuasa Hukum.















