Berita  

Target Masuk 5 Besar, Pemkab Aceh Barat Percepat Pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten di Tahun 2026

oppo_0

Sidikpolisinews.id ​MEULABOH — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengambil langkah taktis demi mendongkrak prestasi pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di masa mendatang. Salah satu keputusan krusial yang diambil adalah mempercepat jadwal pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten yang semula direncanakan tahun 2027, dimajukan menjadi tahun 2026.

​Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi, usai menggelar rapat khusus bersama Dinas Syariat Islam dan Pengurus MTQ Aceh Barat di Kantor Bupati pada Kamis (25/6/2026).

​”Hari ini kami melakukan rapat khusus dengan Dinas Syariat Islam dan panitia MTQ Aceh Barat. Ada beberapa kesimpulan penting yang kita sepakati, terutama sebagai langkah evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proses pelaksanaan MTQ di Pidie Jaya tahun 2025 lalu,” ujar Tarmizi kepada awak media.

​Bupati Tarmizi menjelaskan bahwa percepatan jadwal ini didasari oleh target besar Pemkab Aceh Barat untuk menembus posisi 5 besar. Menurutnya, kunci utama untuk mencapai target tersebut terletak pada masa pembinaan para peserta (kafilah) yang harus dilakukan secara matang dan panjang.

​Jika MTQ Kabupaten tetap dipaksakan berjalan pada tahun 2027, maka Aceh Barat tidak akan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pembinaan intensif menyambut MTQ Tingkat Provinsi berikutnya.

​”Mengapa kita percepat ke tahun 2026? Supaya proses pembinaan itu panjang. Inti dari prestasi itu ada pada pembinaan. Apalagi pada tahun 2028 nanti, Aceh akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional. Ini momentum luar biasa, sehingga kita punya waktu penuh di tahun 2027 khusus untuk pembinaan,” jelasnya.

​Terkait skema anggaran, Bupati tidak menampik adanya penyesuaian kondisi keuangan pada Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten Perubahan (APBK-P) 2026 yang tergolong minim. Namun, beliau menegaskan bahwa ketersediaan anggaran untuk MTQ sebenarnya selalu ada, hanya saja kali ini dilakukan efisiensi besar-besaran pada sektor yang tidak esensial.

​Sebagai bentuk efisiensi, Pemkab Aceh Barat memutuskan pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten tahun 2026 tidak digelar di kecamatan pinggiran yang membutuhkan pembangunan infrastruktur baru, melainkan dipusatkan di Halaman Masjid Agung Meulaboh.

​”Kalau kita laksanakan di lokasi yang direncanakan sebelumnya, kita harus bangun jalan, menimbun lapangan, hingga membuat fasilitas toilet baru. Itu saja bisa menghabiskan dana sekitar Rp1 miliar. Dengan memindahkannya ke Masjid Agung, kita bisa menghemat Rp1 miliar tersebut,” tegas Tarmizi.

​Bupati menambahkan, dana Rp1 miliar yang berhasil dihemat dari pos infrastruktur dan pengamanan tersebut nantinya akan langsung dialihkan sepenuhnya untuk memaksimalkan anggaran pembinaan para qari dan qariah.

​Meskipun ada perubahan lokasi, Bupati Tarmizi memastikan bahwa kebijakan menempatkan MTQ di Masjid Agung ini hanya bersifat khusus dan sementara demi menyiasati situasi keuangan dan mengejar target prestasi.

​”Ini khusus kali ini saja di Masjid Agung sebagai pertimbangan efisiensi keuangan dan fokus pembinaan. Untuk pelaksanaan MTQ kabupaten selanjutnya, jadwal dan lokasi akan kembali berjalan normal seperti keputusan-keputusan sebelumnya,” pungkasnya.

Penulis&udinjazz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *