
Medan,Sidikpolisinews.id
Bobby Afif Nasution Gubernur Sumatra Utara soal mengganti pejabat dilingkungan pemerintah Provinsi Sumatra utara meskipun belum mencapai dua bulan menjabat Pengamat politik menilai tentu hal tersebut merupakan hal yang wajar bagi pemimpin yang baru menjabat.
Pengamat,hal tersebut yang biasa biasa saja ketika kepala Daerah yang baru menjabat di Pemerintahan ujar salah seorang pengamat Walid Musthafa dari Universitas Medan Area(19/4/2025).
Gubernur Sumatra Utara tentunya memiliki agenda politik didalam pemerintahan yang ia pimpin,tentu dalam pemerintahan Bobby,ia juga ingin menyaring dalam tanda kutip orang yang bisa membantunya di Pemerintahan seiring cita citanya Ungkap Walid Musthafa.
Bobby Afif Nasution tentu akan melakukan cleaning the Kitchen membersihkan dapur menuju cita cita politik bersama OPD yang ia pimpin.
Kalau dilihat ke lima OPD yang dinonaktifkan,itu semua melalui Inspektorat jelas ia mencoba untuk segera mungkin melakukan pembenahan dari Internal,Bobby juga menerima masukan Inspektorat memang ada hal hal yang harus diperiksa sehingga harus dilakukan pemberhentian sementara ungkapnya.
Menurut Dekan fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik ini adalah penonaktifan atau pencopotan penjabat tidak boleh sembarangan apalagi tanpa alasan yang jelas,seorang pemimpin tidak bisa sewenang wenang menurutnya.
Tentang persoalan isu bahwa tentang penonaktifan itu dengan mantan Gubernur sumut,walid menyebut persepsi tersebut bisa saja berkembang,apalagi Mulyadi Simatupang kepala Dinas Perindustrian,perdagangan,
Energi dan sumberdaya mineral sumut orang dekat Edy Rahmayadi.
Kata walid tidak menutup kemungkinan para OPD yang dinonaktifkan memang melakukan kesalahan.
Kalaupun ada kaitannya dengan rivalitas kemarin,kalaulah itu dikaitkan bisa saja isu tersebut muncul sebab jika kita lihat rekam jejak Mulyadi beliau aktif membantu pak Edy di PSMS,tapi kita juga tentu tidak bisa menutup mata bahwa mungkin pak mulyadi juga punya kesalahan yang memang harus diusut Insfektorat dan ngak mungkin yang ngak ada lalu diada adakan tandasnya.
Saya kira kata walid terlepas dari bahwa mungkin ada kedekatan dengan Gubernur yang lama,tentu kita harus jernih melihatnya bahwa karna memang punya kesalahan juga,dan tidak mungkin sembarangan Insfektorat,apalagi tanpa alasan ucapnya.
Juliyus Nasution















