Berita  

Peristiwa perjalanan nenek saudah ketua KAN , Niniak mamak, tokoh adat lubuk aro dan masyarakat angkat bicara.

Peristiwa perjalanan nenek saudah ketua KAN , Niniak mamak, tokoh adat lubuk aro dan masyarakat angkat bicara.

Pasaman , Rao ,Sidik polisi news ID .

Rabu 04/02/2026.

 

Viralnya kasus penganiyaan Nenek Saudah beberapa waktu lalu menuai reaksi dan kontroversi  dari berbagai kalangan , baik itu di media sosial ,pengamat hukum , HAM, LKAM Sumbar  bahkan anggota DPRD Kabupaten ,Propinsi maupun DPR RI ,

 

Dalam perjalanan pengungkapan kasus , dari Pihak Polres Pasaman sendiri telah melakukan upaya pengungkapan pelaku , dan itu berhasil dilakukan dengan adanya satu orang tersangka ,bahkan untuk memastikan keyakinan telah dilakukan reka ulang atau rekonstruksi ,

 

Lain pula dengan pihak lain menganggap pelaku lebih dari satu orang seperti yang beredar dibeberapa media , selain itu kasus ini juga telah dilirik oleh Komnas HAM ,

 

Dengan adanya beberapa pendapat dan isu yang beredar  dari beberapa kalangan terhadap kasus ini , Tokoh adat yang juga pemuka masyarakat dan para Niniak mamak  ditambah anggota masyarakat  Lubuk Aro Nagari Padang Matinggi Utara Kecamatan Rao Kabupaten Pasaman angkat bicara,

 

Kepada awak media Risna  korban penganiayaan keluarga nek Saudah mengungkapkan , Dia dan kakanya sedang berada disawah miliknya tampa sebab diserang secara brutal oleh nek Saudah dan keluarganya ,dimana nek Saudah menyerang kakak perempuan Risna  serta menginjak injak korban ditengah sawah , sementara Risna sendiri juga diinjak anak Saudah dilokasi berdekatan ,

 

Risna juga menjelaskan , Akibat penganiayaan ini terhadap dirinya ,kedua korban langsung di bawa ke Puskesmas Rao untuk mendapat perawatan medis ,

 

Tak berapa waktu berselang , persoalan tersebut dilanjutkan ke pihak berwajib bahkan sampai kepengadilan negeri Lubuksikaping  , menurut pengakuan Risna sesuai keputusan pengadilan  nek Saudah didakwa tahanan luar selama 14 hari ,

 

Lebih jauh Risna mengungkapkan , Penganiayaan terhadap dirinya merupakan persoalan tanah Ulayat yang sejauh ini diklaim Saudah miliknya ,sementara sawah tersebut telah ia pergunakan sudah hampir 60 tahun yang berasal dari orang tuanya , tutur Risna ,

 

Terkait pernyataan nek Saudah tentang punya tanah Ulayat di Lubuak aro di bantah langsung ketua KAN  dan Niniak mamak Lubuak Aro nagari Padang Matinggi Utara kecamatan Rao  Alimin Datuak Mandindiang Alam ,menjelaskan bahwa  beliau ( Nek Saudah )  bukan asli daerah tersebut ibunya berasal dari daerah Silogun Kabupaten Madina sumatera Utara , ayahnya  yang asli daerah setempat,. Dalam hal ini adat yang kita pakai adat Minang ,terkhusus  untuk pembagian  tanah Ulayat turun ke kemenakan bukan turun ke anak , untuk itu ia sangat menyesali pernyataan Saudah yang telah mengklaim sebagian besar tanah Ulayat di daerah tersebut miliknya ,

 

Selain itu ungkap Alimin Datuak Mandindiang Alam ,beberapa kali dan bahkan sering , Saudah telah banyak membuat kegaduhan ditengah masyarakat dengan meneror warga yang sedang menanam tanaman  ,dan tak segan juga mengancam sambil berkata yang tidak sopan  , bahkan juga tak segan  melakukan kekerasan sehingga berujung ke pengadilan ,

 

Ketua KAN juga menyampaikan , Niniak mamak dan masyarakat juga sangat menyesali keterlibatan dan  pihak luar dalam persoalan dan mencampuri persolan adat didaerahnya yang seharusnya dalam kewenagan Niniak mamak dan masyarakat disini , kami dari pihak Niniak mamak dan masyarakat masih bisa menyesuaikan masalah anak cucu kami , tak perlu orang luar mengurus , ungkap Ketua KAN ,

 

Terkait dengan adanya tuduhan pengusiran Saudah oleh Niniak mamak oleh beberapa pihak terutama dimedia sosial hal itu sangatlah keliru , perlu dipahami bahwa pihaknya tidak pernah kami mengusir Saudah ,melainkan hanya diberikan sangsi adat atau dikeluarkan dari adat yang artinya Saudah tidak dilibatkan dalam persolan adat ,

 

Niniak Mamak Lubuak Aro M.Rasyad Rajo magompo,

Harapan  adanya perhatian  terhadap masyarakat Lubuk Aro , yang notamben mengantungkan hidup dari menambang emas , untuk itu pihak pemerintah dan DPRRI juga mendengarkan keluhan masyarakat setempat ,

 

Demikian juga halnya dengan kaum ibu ibu dan wanita remaja setempat  mengatakan ,  kesempatan untuk mendapatkan uang kebutuhan sehari hari sekarang sudah tidak ada lagi , beberapa orang kaum ibu atau emak emak menyampaikan , sejauh ini untuk mencukupi kebutuhan keluarga hampir masyarakat  mengantungkan diri pada kegiatan tambang kendati dengan manual ,

 

Untuk kami berharap , penambangan emas tetap dilaksanakan , dan kami juga sangat mendukung dengan adanya wacana pemerintah untuk membukakan tambang rakyat secara tegas , tentunya dengan adanya IPR akan dapat memberikan peluang besar dan aman , sekaligus dapat sama sama menjaga lingkungan ,

 

Hal yang sama juga disampaikan oleh kemanakan Saudah yang juga ikut  protes tentang adanya berita viral  Saudah adalah pejuang tambang , namun sabelaliknya

dalam hal ini 2  ( dua ) orang anak nenek Saudah dari awal sudah bergelut di tambang  emas sebagai operator escafator , termasuk nenek Saudah juga pernah menerima fi tambang ,sangat ironis rasanya beliau Saudah melarang tambang , ungkap Ketua KAN ,

 

Terkait dengan penganiyaan nenek Saudah , orang tua pelaku Yusnil Martha yang juga salah seorang imam masjid setempat mengungkapkan , pada saat kejadian peristiwa penganiyaan nenek Saudah , dirinya sedang berada dirumah gadang bersama Datuk dan penghulu kampung guna bermusyawarah tentang apa yang dilakukan nenek Saudah selama ini ditengah kampung ,

 

Yusnil juga memaparkan,, Dia menduga nenek Saudah menganggap keluarganya selalu merintangi apa yang dinginkankanya selama ini  , contohnya  dimana keluarganya selalu terus menelusuri keluarga yang hartanya yang dirampas oleh nenek Saudah , bahkan persoalan perampasan tersebut juga telah sampai ke pihak Polsek , menurut pandanganya nenek Saudah ada dendam pada dirinya dan keluarga  , dalam hal ini ia berharap dengan  adanya  kejadian ini dapat menjadi cermin dan instrospeksi masing masing keluarga  ungkapnya ,

 

Selain itu Yusnil menjelaskan , bahwa ia juga mempunyai hubungan keluarga dengan nenek Saudah dalam bahasa Minang satu sikek dekat sekali , nenek Saudah merupakan adek dari ayahnya tapi bukan kandung ,

 

Terkait pelaku penganiyaan yang diduga satu orang , Yusnil mengakui , dan kalau pun ada lebih ,nggak mungkin saya serahkan anak saya sendiri, dan anaknya juga merasa ada rasa  penyesalan  imbunya ,

 

Salah seorang warga setempat Julisar juga mengungkapkan , sebelumnya ia dengan nenek Saudah merupakan family dekat , bahkan sebelum nenek Saudah naik haji sudah sepiring dan seperiuk , namun setelah pulang haji mereka bermusuhan. , dia menganggap nenek Saudah orangnya tamak ,

 

Terkait dengan penganiyaan , dirinya dan masyarakat telah menyerahkan sepenuhnya kepada pihak polres Pasaman , dan kami tetap mentaati apa yang diminta pihak hukum , terangnya ,

 

Selain itu Julisar juga mempertanyakan sesuai pernyataan Ketua LKAM Sumbar disetiap pertemuan bahwa seluruh warga Sumatera Barat merupakan cucu kemanakan , dalam hal ini apakah nenek Saudah saja yang merupakan cucu kemenakan , dan kami yang tak terlibat apakah bukan cucu kemenakan , jelasnya

 

Selain  itu kepada anggota DPR RI Andre Rosiade ia berpesan, bagaimanapun jabatan di DPR anda  tetap wakil kami , kalau melakukan stetmen atau pamor jangan menyakiti warga yang lain,

 

Dan kepada Arizal Aziz ia juga berpesan , dari warga berharap jangan arogan dalam penyampaian stetmen ,dan juga  karena telah dibohongi oleh seorang hajjah ( Red Nenek Saudah ), dan kalau kebenaranya diharapkan beliau datang ke Padang Mentinggi utara termasuk yang lainya untuk klarifikasi , dan sejauh ini menurutnya beberapa anggota DPR telah melecehkan  pengurus adat setempat ,  ,

 

Julisar juga mengungkapkan , bahwa ia dalah kemenakan kemanakan dari korban , dan mengetahui tentang seluk beluk tentang nenek Saudah ini dan menyatakan  bahwa tanah Ulayat milik Saudah tidak ada ,

 

Terkait masalah tambang , Yulisar juga memaparkan , Dimana yang pertama kali membuka tambang didaerah Datuak manggompo ( Padang Matinggi utara) adalah keluarga nenek Saudah , waktu itu bertindak sebagai operator alat berat Ilham alias silandong yang merupakan anak kandung Nenek Saudah , dan berapa waktu ditangkap oleh Kapolsek Rao ,

 

Dengan adanya wacana dari masyarakat setempat untuk membuka tambang , Saudah juga ikut menambangkan tanahnya , dan  selain itu Julisar juga menyebutkan , Saudah juga telah merampas tanah warga dan digali untuk tambang , dan dalam hal ini surat berkeberatan sudah ada pada Kami, ungkapnya ,

 

Terakhir ia menyampaikan pesan , bahwa stutmen atau gembar gembor yang disampaikan di DPR terkait kasus Nenek Saudah  baginya dan warga tidak ada artinya ,dan hanya memicu kemarahan warga terhadap korban , tutupnya ,

 

Korwil Sumbar

 

Ramlan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *