NJOP yang ditetapkan Pemerintah Kota Semarang lebih tinggi dari Harga Jual Tanah,

Sidikpolisinews , id

Hal diatas muncul ketika terjadi Dengar Pendapat antara Forum Komunikasi Semarang Bersatu ( Wadah Ormas Semarang) dengan Ketua DPRD kota Semarang, Kadar Lusman ( Pilus ), Senin 22 September 2025, kemarin di ruang kerjanya,

Kurang lebih 35 perwakilan Ormas Semarang didampingi ketua FKSB, AM, Jumai , Diterima baik oleh Ketua DPRD itu,

 

AM, Jumai selaku Ketua Forum Ormas Semarang, Menyampaikan Keluhan Masyarakat tentang berbagai hal,

Ada 4 hal yang disampaikannya, Tentang Usulan kantor atau Sekertariat FKSB yang sejak lama sudah disampaikan tapi belum Terealisasi, Padahal tempat itu sebagai tempat berkumpulnya masyarakat atau Ormas menyampaikan Aspirasi dan Uneg Unegnya, Sehingga tidak terjadi Masyarakat yang turun ke Jalan sehingga menimbulkan Kegaduhan bahkan tindak Anarkis seperti Kemarin,

Selanjutnya AM, Jumai lewat awak media Sidik Polisi News, menanyakan kepada Pemkot Semarang tentang Ketegasan Peraturan Daerah tentang Pengaturan Toko Modern yang sampai masuk ke Perkampungan sehingga Merugikan toko toko kecil milik warga, Mungkin ini yang jadi Penyebab Sepinya Pasar pasar rakyat di beberapa tempat,

Ketua FKSB juga menanyakan Nilai Jual Obyek Pajak ( NJOP) yang ditetapkan Pemerintah lebih tinggi dari Harga tanah,

Hal itu bisa dilihat dari Kenaikan Pajak Bumi Bangunan yang harus dibayar oleh Masyarakat,

AM, Jumai yang juga Dosen Senior di salah satu Universitas terkemuka di Semarang juga Prihatin Semarang mendapatkan Predikat rangking ke 3 dari belakang dibanding kota kota besar lainnya di Indonesia,

Ketua DPRD kota Semarang, KadarLusman yang Akrab dipanggil Pilus, menyambut baik Kedatangan FKSB beserta 35 Ormas lainnya, Menurut pak Pilus lebih suka ditulis Ormas Dolan ke dirinya karena Ormas datang ke Rumah dan Ketemu Wakilnya, Semua yang disampaikan Ormas akan segera ditindaklanjuti ke Pemerintah kota Semarang,

Agung E,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *