Obi, 1 Mei 2025, Dalam momentum peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2025, Ketua Umum Koperasi Tani Bersatu Milenial, Darwan, menyampaikan tanggapan kritis terkait kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan di wilayah Kepulauan Obi, Halmahera Selatan.
Menurut Darwan, May Day bukan sekadar seremonial, tetapi hari perlawanan rakyat terhadap ketimpangan dan ketidakadilan yang masih terus berlangsung, terutama di daerah-daerah yang menjadi kantong eksploitasi sumber daya.
“Hari ini bukan sekadar memperingati, tetapi memperingatkan. Bahwa di Obi, kami hidup dalam tekanan perusahaan-perusahaan besar yang tidak tunduk pada konstitusi,” ujar Darwan.
Ia menegaskan bahwa beberapa perusahaan yang masuk ke Obi masih belum menghormati UUD 1945, khususnya hak dasar warga untuk berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat secara terbuka.
Selain itu, Darwan menyoroti keberadaan spit boat Kawasi–Bacan yang memotong jalur resmi Kecamatan Obi dan berdampak langsung pada ekonomi rakyat kecil.
“Ojek laut, ojek darat, sopir mobil, pedagang kaki lima, semuanya terganggu. Jalur itu ilegal secara moral dan merugikan kami secara ekonomi,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, Darwan menyampaikan tujuh poin tuntutan rakyat Obi sebagai respons terhadap situasi yang semakin memburuk:
1. Perusahaan wajib mendirikan serikat buruh.
2. Hentikan pelayaran spit boat dari Kawasi ke Bacan.
3. Hentikan eksploitasi tanah di Kepulauan Obi.
4. Tolak surat edaran Kepala Direktur PDAM Halmahera Selatan.
5. Segera lanjutkan pembangunan jalan lingkar Obi.
6. Desak DPRD Halmahera Selatan bentuk Pansus Daerah Otonomi Baru (DOB) Obi.
7. Jika tak diindahkan, masyarakat akan memboikot seluruh akses pemerintahan di Kecamatan Obi.
Darwan menutup pernyataannya dengan peringatan keras kepada pemerintah daerah dan DPRD Halmahera Selatan agar segera bertindak sebelum rakyat mengambil langkah-langkah pemblokiran dan aksi massa lanjutan.
“Kami bukan objek proyek. Kami bukan angka di laporan produksi. Kami manusia, dan tanah Obi bukan ruang kosong untuk ditindas,” pungkas Darwan.
Wakabiro halsel
Darwan















