Berita  

Kolaborasi Membangun Masa Depan Kota Semarang 2025-2029 , Lewat Konsultasi Publik Rancangan Awal RPJMD,

#daerah

Semarang ,Pemerintah Kota Semarang menggelar Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 pada Selasa, 18 Maret 2025, di Patrajasa Semarang.

 

Acara ini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah pembangunan kota ke depan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

 

Setidaknya 348 undangan hadir dalam kegiatan ini, termasuk Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, Wakil Wali Kota Iswar Aminudin, Pj Sekda Muh Khadiq, Kepala Bappeda, Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), akademisi, institusi vertikal, asosiasi, organisasi masyarakat (ormas), dan tokoh-tokoh masyarakat.

 

Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. Diawali dengan prolog oleh MC Nesa Ghozal, peserta kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya, berdoa, serta mendengarkan laporan Ketua Panitia sekaligus Pj Sekda Kota Semarang, Muhammad Khadiq.

 

Dalam sambutannya, Wali Kota Semarang menegaskan bahwa konsultasi publik ini bertujuan untuk menyampaikan arah kebijakan pembangunan jangka menengah serta menyerap aspirasi masyarakat guna memperkaya perumusan kebijakan daerah. Dengan menekan layar secara simbolis, Wali Kota, Wakil Wali Kota, Ketua DPRD, Kepala Bappeda Kota Semarang, serta Sekretaris Bappeda Jawa Tengah secara resmi membuka acara.

 

Menyerap Aspirasi, Mengawal Pembangunan

 

Kegiatan ini didasarkan pada berbagai regulasi, seperti UU No. 25 Tahun 2004, UU No. 23 Tahun 2014, Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2008, serta Perda No. 7 Tahun 2024. Konsultasi publik ini juga menjadi arena evaluasi RPJMD periode 2021-2026, forum diskusi kelompok (FGD) tematik, serta sinkronisasi visi-misi kepala daerah.

 

Dengan tagline “Kota Semarang sebagai Pusat Ekonomi yang Maju, Berkeadilan Sosial, Lestari, dan Inklusif”, acara ini juga menghadirkan sesi diskusi yang dipandu oleh Dr. H. Benyamin, dengan narasumber Sekretaris Bappeda Jawa Tengah, Nur Ahmad, serta Kepala Bappeda Kota Semarang, Budi Prakasa.

 

Salah satu masukan yang menarik datang dari Dr. H. AM Jumai, SE, MM, Ketua Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB). Ia menyoroti pentingnya resiliensi bencana, penguatan sumber daya manusia, pengentasan kemiskinan, pengurangan angka kriminalitas, serta pemberantasan perjudian. Selain itu, ia juga mengusulkan kebijakan menjadikan Kota Semarang sebagai Religion Center, sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai moral dalam pembangunan kota.

 

Acara yang dihadiri oleh 527 peserta, baik secara daring (182 orang) maupun luring (345 orang), berlangsung hingga pukul 13.45 WIB dan berjalan dengan lancar. Harapannya, hasil dari konsultasi publik ini dapat menjadi dasar dalam penyusunan RPJMD yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

 

( Agung E , Sidik Polisi News )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *