SIDIKPOLISINEWS.ID || NTT.
Dugaan pencurian sepeda motor yang sempat menghebohkan warga Desa Skinu, Kecamatan Toianas, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), pada Jumat malam (1/8/2025) menemui titik terang. Seorang pria berinisial GM, yang sebelumnya diamankan warga karena dicurigai hendak mencuri, ternyata bukanlah pelaku kejahatan, melainkan seorang Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Fakta mengejutkan ini terungkap setelah warga Desa Skinu mengenali GM dan memberikan kesaksiannya.
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 18.00 WITA, saat warga Dusun C di Desa Skinu mencurigai gerak-gerik GM yang terlihat mondar-mandir di area parkir motor. Kekhawatiran warga memuncak ketika GM mencoba mendekati salah satu sepeda motor. Merespons situasi tersebut, warga segera mengamankan GM untuk menghindari amarah massa yang tidak terkendali. GM kemudian dibawa ke rumah Kepala Desa Skinu untuk diserahkan penanganannya.
Setelah GM berada di tangan perangkat desa, identitas dan kondisi GM mulai terkuak. Berdasarkan keterangan dari beberapa warga yang mengenal GM, pria tersebut diketahui merupakan warga Desa Nanebot, Kecamatan Rinhat, Kabupaten Malaka. Warga juga memberikan informasi penting bahwa GM sudah lama mengidap gangguan kejiwaan dan sering terlihat berjalan tanpa tujuan yang jelas.
Menurut kesaksian warga setempat, tindakan GM yang mondar-mandir di sekitar sepeda motor adalah bagian dari perilaku yang tidak terkontrol akibat kondisi kejiwaannya. Mereka juga mengungkapkan bahwa ini bukanlah kali pertama GM berurusan dengan warga atau aparat penegak hukum. Di masa lalu, GM bahkan pernah diamankan oleh kepolisian dan dibawa ke Polsek Wewiku, Kabupaten Malaka, karena melakukan tindakan serupa.
Menanggapi informasi yang diterima, pihak Kepala Desa Skinu segera melakukan koordinasi dan penyelidikan lebih lanjut. Setelah fakta mengenai kondisi kejiwaan GM terkonfirmasi, perangkat desa menghubungi pihak keluarga GM.
Setelah menerima penjelasan dan konfirmasi dari keluarga, pihak desa memutuskan untuk mengembalikan GM kepada keluarganya untuk mendapatkan perawatan yang layak. Penanganan ini menunjukkan pendekatan humanis dan bijaksana dalam menyikapi kasus yang melibatkan ODGJ.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada, namun tetap mengedepankan sikap bijak dan tidak mudah menghakimi. Kepala Desa Skinu mengimbau agar jika menemukan kasus serupa, warga segera menghubungi aparat terkait untuk penanganan yang tepat dan profesional. Hal ini penting untuk mencegah kesalahpahaman dan tindakan main hakim sendiri yang berpotensi merugikan banyak pihak. (Roy S)













