Berita  

DPRD NTB Minta Gubernur Turun ke Pasar

Mataram, Sidikpolisinews.id – Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB Megawati Lestari mengingatkan Dinas Perdagangan NTB yang disinyalir tidak memiliki ketegasan dalam mencari alternatif dalam menekan harga bahan pokok di pasar saat Ramadhan.

“Harga cabai ini buat kami langsung istighfar. Dinas Perdagangan ini nggak ada ketegasan. Bahkan stok beras saja nngak punya. Alasannya macam-macam,” kritik Megawati, Senin malam.

Mega, sapannya, mengatakan tingginya harga cabai ini membuat kerja-kerja Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal terganggu. Untuk itu Gubernur NTB harus segera memberikan atensi tingginya harga cabai di tengah masyarakat.

“Kalau OPD-nya begini (abai), sama saja merusak kerja gubernur. Gubernur harus atensi khusus, harga bapok ini di bulan Ramadhan. Kalau berhasil menekan atau menurunkan inflasi berarti berhasil ini pemerintahan,” tegas politikus Golkar ini.

Tingginya harga cabai di pasar yang dinilai dapat mengganggu stabilitas perekonomian di masyarakat tengah. Untuk itu, Mega tekanan pemerintah harus mengeluarkan kebijakan khusus untuk menekan harga di tengah masyarakat.

“Kami minta gubernur dan jajaran turun bersama ke pasar. Ini kan anggaran ada, kenapa tidak stok saja misalkan per tahun Rp 200 juta untuk kebutuhan,” katanya.

Mega juga meminta pemerintah segera melakukan giat pasar murah sebelum harga cabai terus melonjak. Tidak hanya cabai, beberapa kebutuhan pokok pun mulai melambung tinggi.

“Jangankan cabai, gula, telur juga melambung tinggi. Dinas Perdagangan ini harus segera mengambil tindakan karena ada kemungkinan terjadi penangkapan,” ujarnya.

Selain harga cabai, Mega juga mengkritik harga beras yang cukup tinggi di tengah masyarakat. Menurut Mega, pada 1 Maret 2025, harga beras masih Rp 12.500. Kemudian, tiba-tiba naik Rp 15.000 pada 3 Maret 2025.

Ujung-ujungnya nyalahin aturan dan kebijakan pusat. Harusnya sudah menyiapkan dengan matang segala kondisi dan cuaca yang tidak menentu,” tegasnya.

Sementara itu, harga telur menembus Rp 55.000 per nampan untuk ukuran besar. Sedangkan telur kecil Rp 52.000 per nampan. “Inilah bagaimana mau asta cita tercapai, rakyat menangis,” tegasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti mengatakan telah memadukan harga bahan pokok di pasar tradisional di Kota Mataram. Antara lain, Pasar Kebon Roek Ampenan Mataram, Pasar Pagesangan Mataram, dan Pasar Mandalika, Mataram.

Pemantauan ini dimaksudkan untuk dapat mengetahui lebih dini pergerakan harga-harga kebutuhan pokok terlebih sudah memasuki hari ke 3 puasa.

“Daging ayam asli Rp 35.000 per kilogram menjadi Rp 40.000 kilogram, telur ayam asli Rp 55.000 per nampan menjadi Rp 58.000 per nampan, gula asli Rp 16.500 per kilo menjadi Rp 18.000 per kg,” ujar Nelly.

Nelly mengatakan para pedagang mengeluhkan sepinya pembeli. Turunnya daya beli akibat kenaikan harga yang cukup signifikan. Variasi harga yang terjadi juga dipengaruhi oleh kualitas barang yang dipasarkan.

“Terhadap kondisi ini, kami tentu akan menganalisis lebih jauh penyebab dari kenaikan harga di pasaran dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan solusi yang terbaik termasuk dengan para distributor,” tandas Nelly

(Tim RED sidikpolisiNews.id NTB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *