banner 728x250

Dari Ruang Diskusi Lahir Perubahan, SMPN 3 Mentok Wujudkan Sekolah yang Aman dan Responsif

banner 120x600
banner 468x60

MENTOK, BANGKA BARAT -Sidikpolisinews.id
Membangun sekolah berkualitas tidak hanya soal meningkatkan prestasi akademik. Keterbukaan informasi, pelayanan yang cepat, hingga jaminan rasa aman bagi peserta didik kini menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang dipercaya masyarakat.

Semangat itu terlihat dalam Forum Diskusi Pelayanan Publik yang digelar SMP Negeri 3 Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Rabu (22/7/2026). Forum ini menjadi ruang bagi sekolah, pemerintah daerah, komite sekolah, dan orang tua untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat kualitas pelayanan pendidikan.

banner 325x300

Kepala SMPN 3 Mentok, Defi Nofalia, S.Pd., mengatakan pelayanan publik di sekolah tidak lagi hanya berbicara mengenai proses belajar mengajar.

Menurutnya, pelayanan pendidikan juga harus menjamin keterbukaan informasi, komunikasi yang baik dengan orang tua, hingga kenyamanan lingkungan belajar.

“Pelayanan publik di bidang pendidikan tidak hanya sebatas proses belajar-mengajar di kelas, tetapi juga mencakup keterbukaan informasi, kenyamanan sarana-prasarana, serta komunikasi yang harmonis antara sekolah dan orang tua. Lewat forum diskusi ini, kami ingin memastikan layanan di SMPN 3 Mentok makin adaptif dan responsif,” kata Defi.

Forum tersebut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bangka Barat Sarbudiono, S.Pd., yang juga merupakan tokoh Muhammadiyah Bangka Barat, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Barat Teni Wahyuni, S.Pd., Ketua Komite Sekolah Harjono, perwakilan orang tua siswa, serta guru dan tenaga kependidikan.

Dalam kesempatan itu, SMPN 3 Mentok memaparkan tujuh layanan utama yang menjadi standar pelayanan publik sekolah. Layanan tersebut meliputi informasi publik, pengaduan masyarakat, legalisasi ijazah, izin siswa, observasi dan penelitian, mutasi peserta didik, hingga Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Tidak hanya itu, forum juga membahas pemanfaatan media digital sebagai sarana komunikasi resmi sekolah.

Melalui sistem informasi yang lebih terbuka, orang tua diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai kegiatan sekolah maupun perkembangan peserta didik secara lebih cepat.

Sekretaris Disdikpora Bangka Barat, Teni Wahyuni, menilai peningkatan pelayanan harus diimbangi dengan pengembangan sarana dan prasarana.

Menurutnya, ruang belajar yang nyaman menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif sekaligus membentuk karakter peserta didik.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bangka Barat, Sarbudiono menekankan pentingnya perlindungan anak sebagai bagian dari pelayanan publik di lingkungan sekolah.

Menurut dia, sekolah harus menjadi tempat yang aman dari berbagai bentuk kekerasan maupun perundungan.

“Kerja sama antara DP2AKB dengan SMPN 3 Mentok sangat krusial. Melalui kolaborasi ini, layanan pemerintah dapat langsung dirasakan oleh siswa, guru dan orang tua. Kami memiliki fungsi perlindungan anak dan penanganan kekerasan berbasis gender maupun terhadap anak melalui sosialisasi, pendampingan, hingga penyusunan standar operasional prosedur penanganan perundungan, kekerasan dan kekerasan seksual di sekolah. Tujuannya agar rasa aman siswa meningkat serta penanganan aduan berlangsung secara transparan,” ujarnya.

Sarbudiono juga mengusulkan agar layanan observasi dan penelitian yang dimiliki sekolah terus diperkuat sehingga dapat dimanfaatkan mahasiswa maupun akademisi sebagai lokasi penelitian.

Usulan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah sebagai bentuk komitmen memperluas kolaborasi dengan dunia pendidikan.

Ketua Komite Sekolah, Harjono mengapresiasi langkah SMPN 3 Mentok yang membuka ruang dialog dengan masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan orang tua dan berbagai pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam membangun pendidikan yang berpihak kepada kebutuhan peserta didik.

Forum ini menghasilkan sejumlah rekomendasi, mulai dari penguatan pelayanan administrasi, peningkatan kualitas sarana dan prasarana, optimalisasi komunikasi berbasis digital, hingga penguatan sistem perlindungan anak melalui kolaborasi dengan DP3AP2KB Kabupaten Bangka Barat.

Bagi SMPN 3 Mentok, pelayanan publik bukan sekadar urusan administrasi. Pelayanan yang cepat, terbuka dan responsif diyakini menjadi fondasi lahirnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah.

Sebab, ketika peserta didik merasa aman, orang tua merasa didengar, dan sekolah terus membuka ruang evaluasi, pendidikan tidak hanya melahirkan lulusan yang cerdas, tetapi juga membangun ekosistem belajar yang sehat dan berkelanjutan.

(Srikandi / Belva dan tim)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *