Lumajang sidikpolisinews.id.
Kondisi terkini di lokasi daerah terdampak bencana Erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro terpantau kondusif.
Nurul Yaqin selaku Kepala Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo lokasi Desa di kaki gunung Semeru mengatakan pada awak media Sidikpolisinews kehidupan bermasyarakat sehari-hari warga sudah hampir kembali normal dalam arti yang berprofesi sebagai petani dan pekerja tambang pasir mulai bekerja kembali yang tentunya selalu taat pada segala ketentuan SOP kebencanaan.
Sedangkan kondisi warga Desa Jugosari Kecamatan Candipuro sesuai penuturan Mahmudi selaku kepala Desa mengatakan hal yang sama hingga hari ini kondisi warga terdampak di Desa Jugosari juga kondusif artinya aktivitas warga berangsur normal sedangkan 31 KK warga terdampak yang ada di Posko insyaallah dalam waktu dekat akan di tempatkan di Huntara ( Hunian Sementara ) yang lokasinya masih dalam tahap pemrosesan oleh Dinas terkait.
Baik yang disampaikan oleh Kepala Desa Supiturang maupun Jugosari progres Penanganan yang dilakukan oleh jajaran pemerintahan daerah hingga pusat dan jajaran terkait lainnya sungguh sangat baik , cepat dan tepat, harapan kami secepatnya Penanganan antisipasi dini tindakan preventif seperti penyudetan endapan lava yang makin meninggi atau dangkal serta pembangunan tanggul sungai di hulu sungai kobokan dilakukan secara cepat dan tepat.
Isnugroho selaku Kepala pelaksana BPBD kabupaten Lumajang mengatakan pada awak media, Kamis 18/12/2025 progres penanganan tanggap darurat Erupsi Gunung Semeru hingga hari ini segala tindakan penanggulangan mulai kondisi status Awas hingga ke level Siaga semuanya berjalan baik dan terkendali.
Selanjutnya hingga hari ini pemerintah kabupaten Lumajang telah membuat dua SK Bupati terkait kondisi paskah bencana yang kesemuanya merupakan tindakan terkait faktor penanganan warga dan infrastruktur di daerah yang terkena dan terdampak bencana, ungkap Isnugroho.
Selanjutnya untuk penanganan warga terdampak bencana baik yang ada di posko pengungsian maupun warga terdampak yang tidak mau dievakuasi ibu Bupati tetap mengambil kebijakan yang humanis artinya tetap ditangani dan diperhatikan segala kebutuhan selama dalam masa tanggap darurat maupun paskah bencana.
Seperti warga terdampak yang rumahnya rusak akibat bencana akan dicarikan Hunian Sementara yang lokasinya dicarikan yang tidak jauh dari lokasi yang dulu dengan pertimbangan kedekatan dengan obyek pekerjaan sehari-hari yang mayoritas sebagai petani, lanjut Isnugroho.
Secara umum koordinasi dengan pihak baik dengan pemerintah provinsi maupun pusat serta lintas sektor dalam penanganan bencana Erupsi Gunung Semeru tahun 2025 ini berjalan sangat baik, tentunya bila ada tindakan penanganan dari kami yang kurang itu semata keterbatasan kami dan harapan kedepannya pengawasan intensif dari pihak terkait di sepanjang aliran sungai kobokan mulai hulu sampai hilir serta peningkatan kewaspadaan bagi warga di lokasi rawan bencana ini sangat penting untuk meminimalisir jatuhnya korban apabila terjadi bencana, lanjut Isnugroho.
( Santoso Sidikpolisinews ).















