Sosialisasi AMDAL Pengolahan Tailing Digelar di Kaiely, PT GEB Dorong Investasi Berbasis Lingkungan

Www SidikPolisi News’id -Namlea Kabupaten Buru’ Propinsi Maluku’ (10/7/2026)
PT Global Emas Bupolo (GEB) menggelar sosialisasi dan konsultasi publik penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) terkait rencana kegiatan pengolahan tailing dan ekstraksi logam emas di Desa Kaiely, Kecamatan Teluk Kaiely, Kabupaten Buru, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tahapan penting dalam proses perizinan sekaligus upaya menjaring masukan dari masyarakat sebelum rencana usaha dijalankan. Penyusunan dokumen AMDAL dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Pattimura (Unpatti), dengan melibatkan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku sebagai pemangku kepentingan teknis.

Kerja sama penyusunan AMDAL antara PT Global Emas Bupolo dan Unpatti memang telah dibangun untuk memastikan kajian lingkungan dilakukan secara akademis dan sesuai regulasi.

Direktur Utama PT Global Emas Bupolo, Mansyur Latakka, menegaskan bahwa pengelolaan tailing tidak hanya dipandang sebagai aktivitas bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai tambah ekonomi melalui pemanfaatan material sisa tambang yang masih memiliki kandungan logam berharga.

Menurutnya, seluruh proses yang direncanakan akan mengedepankan prinsip pertambangan yang baik (good mining practice), kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan hidup, serta keterlibatan masyarakat sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.

Sosialisasi dan konsultasi publik menjadi wadah bagi masyarakat, pemerintah desa, tokoh adat, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memberikan masukan terhadap rencana kegiatan yang akan dilaksanakan.

Pendekatan partisipatif tersebut diharapkan menghasilkan dokumen AMDAL yang komprehensif dan mampu mengakomodasi aspek lingkungan, sosial, maupun ekonomi.
Dari sisi ekonomi, rencana investasi ini dinilai berpotensi membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, serta memberikan nilai tambah terhadap pemanfaatan tailing yang selama ini belum dimaksimalkan.

Melalui kolaborasi antara dunia usaha, perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, PT Global Emas Bupolo berharap pengembangan sektor pertambangan di Kabupaten Buru dapat berjalan secara bertanggung jawab, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
(“Besugi AH”)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *