Barakuda Desak Penertiban Prostitusi Online dan Tempat Hiburan di Pohuwato untuk Cegah Penularan HIV/AIDS

SidikPolisiNews, Pohuwato, 03 Desember 2024 – Barisan Rakyat Untuk Keadilan (Barakuda) mendesak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pohuwato untuk segera menertibkan aktivitas prostitusi online yang semakin marak. Barakuda menyoroti penginapan, rumah kos, dan kafe di kawasan Pohon Cinta sebagai tempat yang diduga mendukung praktik tersebut, yang berpotensi mempercepat penyebaran HIV/AIDS di daerah itu.

Perwakilan Barakuda, Sopyan, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait peningkatan jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Pohuwato. “Kami meminta pemerintah daerah, terutama Satpol PP, untuk segera melakukan tindakan nyata dalam menertibkan tempat-tempat yang diduga menjadi sarang prostitusi. Ini bukan hanya soal moral, tapi juga soal menyelamatkan masyarakat dari ancaman kesehatan yang serius,” ujarnya.

Menurut data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, jumlah kasus HIV/AIDS mencapai 1.205 kasus pada tahun 2024, dengan sebaran yang mengkhawatirkan di berbagai kabupaten dan kota. Kabupaten Pohuwato sendiri mencatatkan 62 kasus HIV dan 63 kasus AIDS pada tahun 2023, dengan total 125 diagnosa.

Angka ini menunjukkan ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat Pohuwato, terutama jika tidak ada tindakan preventif yang efektif.

Kasatpol PP, Nikson Pakaya, Melalui Kabid Perda & Trantibum (PPNS) Satpol PP Kabupaten Pohuwato, Bayu Eka Septian Kaluku, S.STP. Menyatakan pihaknya telah mengantongi data terkait lokasi-lokasi yang dicurigai terlibat dalam praktik prostitusi. Ia menegaskan bahwa operasi yustisia atau operasi gabungan akan segera dilakukan untuk menertibkan tempat-tempat tersebut.

“Kami akan melibatkan unsur TNI, POLRI, dan Dinas Kesehatan dalam razia ini. Data-data lokasi yang dilaporkan masyarakat sudah kami kantongi, termasuk penginapan, kos-kosan, kafe, hingga rumah kontrakan yang terindikasi menjadi tempat praktik prostitusi,” ujarnya.

Bayu menambahkan bahwa operasi ini akan menjadi langkah serius untuk memerangi penyakit masyarakat yang berkontribusi pada penyebaran HIV/AIDS. “Operasi pekat ini akan kami jadwalkan dalam waktu dekat untuk memastikan wilayah Pohuwato lebih aman dan sehat,” tambahnya.

Barakuda berharap pemerintah daerah dapat bertindak cepat dan tegas. Selain operasi yustisia, organisasi tersebut juga mengusulkan penyuluhan dan edukasi masyarakat sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya HIV/AIDS.

“Jika dibiarkan, masalah ini akan terus merusak generasi muda dan mencoreng nama baik Pohuwato. Kami mendesak langkah konkret yang tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif,” tegas Sopyan.

Dengan tingginya angka kasus HIV/AIDS di Gorontalo, koordinasi antarinstansi menjadi sangat penting. Langkah cepat dan sinergis diharapkan dapat menekan angka penularan dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat Pohuwato. TimBARA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *