Berita  

Anyaman Rotan hingga Getah Nyatu, Karya Warga Binaan Kalimantan Tengah Ditampilkan Pada Pameran WCPP ke-7 Bali

Bali – Hasil karya warga binaan pemasyarakatan (WBP) dari Kalimantan Tengah turut menyemarakkan Pameran Hasil Karya WBP dalam rangkaian kegiatan World Congress on Probation and Parole (WCPP) ke-7 yang digelar di The Westin Resort Nusa Dua, Rabu (15/4).

Pameran tersebut menghadirkan beragam produk unggulan hasil karya warga binaan dari Lapas dan Rutan di seluruh Indonesia. Tidak hanya menjadi sarana promosi, kegiatan ini juga menunjukkan keberhasilan program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan di lingkungan pemasyarakatan.

Dari Kalimantan Tengah, karya yang ditampilkan berasal dari Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan dan Lapas Perempuan Kelas IIA Palangka Raya. Produk yang dipamerkan meliputi kerajinan tas anyaman rotan, gantungan kunci, serta miniatur khas Kalimantan Tengah yang terbuat dari getah nyatu.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi aktif jajaran pemasyarakatan dalam mempromosikan hasil karya warga binaan di tingkat internasional.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa warga binaan juga mampu berkarya dan menghasilkan produk yang bernilai ekonomis serta memiliki daya saing,” ujar I Putu Murdiana.

Ia menegaskan bahwa hasil karya yang ditampilkan bukan hanya sekadar produk kerajinan, melainkan juga cerminan dari proses pembinaan yang berjalan secara berkelanjutan di dalam Lapas dan Rutan di Indonesia.

“Melalui pameran ini, kita ingin mengubah stigma masyarakat terhadap warga binaan. Mereka memiliki potensi besar yang terus dibina agar siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat,” lanjutnya.

Partisipasi Kalimantan Tengah dalam pameran ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan program pembinaan kemandirian, khususnya dalam mengembangkan keterampilan berbasis kearifan lokal seperti kerajinan rotan dan olahan getah nyatu serta mengenalkannya sampai ke kancah internasional.

Menurut I Putu Murdiana, produk-produk tersebut memiliki ciri khas dan nilai budaya yang tinggi, sehingga berpotensi untuk menembus pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

“Dengan adanya pameran dalam WCPP ke-7 ini, diharapkan hasil pembinaan di bidang kemandirian dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi warga binaan, tetapi juga bagi masyarakat luas serta citra pemasyarakatan Indonesia di mata dunia,” pungkasnya.

 

Yinto Susanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *