ADA PEMBERITAAN MARAK AKTIVITAS PETI, YANG MARAK NYA DI MANA?

 

 

 

MELAWI KALBAR

Ada suatu pemberitaan mengatakan marak nya aktivitas peti di Melawi jadi marak nya yang di mana itu menjadi suatu pertanyaan jika marak bearti banyak namun dalam poto sebuah berita hanya menampilkan 2 buah poto saja

 

Banyak motivasi, motivasi pemberitaan tidak seperti fakta di lapangan kebanyakan hoax hanya membuat narasi yang tidak sesuai

 

Bahkan para penambang sudah banyak yang of tidak bekerja lagi bahkan banyak sudah beralih jadi petani dan usaha lain nya bahkan ada pemberitaan untuk membuat narasi pemberitaan Poto lama di tampil kan

 

Salah satu warga tanjung arak Ruslan dan warga Lengkong Nyadom mengatakan kita sudah bnyak of bekerja sudah beralih ke perkebunan,” jwb nya saat di konfirmasi lewat washap

 

Pemberitaan banyak narasi yang bersifat hoax tidak sesuai dengan fakta di lapangan kebenaran nya

 

Pemberitaan itu tidak berimbang, bahkan aparat penegak hukum sudah bekerja sesuai dengan aturan sudah sualisasi mulai polres sampai ke Polsek polsek dan ke desa,desa sualisasi tentang larangan pertambangan

Bahkan setiap aparat ke lapangan tidak ada aktivitas peti yang di temukan dan bearti orang pekerja peti memang sudah banyak yang of maka setiap pemberitaan jangan membuat narasi yang berlebihan dengan mengunakan Poto, Poto lama.

 

Saat awak media ini melakukan investigasi ke ke lapangan salah satu warga masyarakat Desa Lengkong Ngadon yang tidak mau namanyabsi publikasi menjelaskan,,jujur saja kami di sini sudah lama of hanya ada beberapa ya g masih kerja,kalau klu bicara maraknya itu tidak ada bang,ucapnya.

 

Dan untuk kami masyarakat di Desa Lengkong Ngadon saat ini sangatlah sulit mencari pekerjaan karena lapangan pekerjaan tidak ada di sini hanya mengharapkan motong karet mau kerja mas takut di penjara,jadi kami sangat berharap kepada pemerintah untuk mencari solusi serta memikirkan nasib kami ini,pungkasnya.

 

Dan kami perlu menjelaskan kepada media ini, saat ini kebanyakan oknum media ke lapangan membawa KTA gap-gap kepada pekerja peti…mungkin untuk legelitas media nya jelas tidak kita pungkiri, jadi maksud kami ingin bertanya karena kami orang awam jadi tidak paham aturan seperti apa,apakah pekerjaan seorang media itu kalau ke lapangan gap-gap para pekerja,seharusnya membantu kami selaku Masyarakat,bagaimana ekonomi kita di Melawi stabil dari kabupaten sampai ke Desa-desa, Pungkasnya.

Supardi nyot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *