Sidikpolisinews — Tangerang, Jumat, 30 Mei 2025
Suasana mengecewakan menyambut sejumlah warga yang datang ke Puskesmas Kedaung Barat, Kabupaten Tangerang, saat libur nasional dan cuti bersama pada 29–30 Mei 2025. Gerbang puskesmas hanya ditutup dengan bangku plastik yang dijejerkan begitu saja, tanpa petugas jaga, tanpa papan informasi, dan tanpa nomor layanan darurat yang bisa dihubungi.
Penutupan ini memang mengikuti ketetapan nasional melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, yang menetapkan 29 Mei sebagai Hari Kenaikan Yesus Kristus (libur nasional) dan 30 Mei sebagai cuti bersama. Namun, warga mempertanyakan tidak adanya sistem siaga dari puskesmas sebagai fasilitas layanan kesehatan dasar masyarakat.
Tidak Ada Satpam, Tidak Ada Sosialisasi
Mang Obo, salah satu warga, mengaku kecewa dan bingung saat mendapati puskesmas kosong total.
“Pas saya datang, ada tiga orang juga yang mau berobat. Mending kalau ada satpamnya. Ini nggak ada. Gerbang cuma ditutup pakai bangku. Kita ini orang susah,” ujarnya geram.
Keluhan serupa juga datang dari warga lainnya yang tidak mendapat informasi apapun sebelumnya.
“Kalau pun libur, harusnya diumumkan jauh-jauh hari. Bukan cuma tempel kertas di pintu. Banyak warga yang nggak tahu,” ujar seorang pasien sambil menahan rasa sakit.
Bangku Plastik Jadi Pengganti Gerbang?
Penutupan dengan bangku plastik seadanya juga menuai kritik dari warga. Selain menimbulkan kesan terbengkalai, kondisi ini dianggap mengabaikan aspek keamanan dan kemungkinan adanya kondisi darurat.
“Kalau ada orang butuh pertolongan cepat, siapa yang harus dihubungi? Nggak ada nomor darurat, nggak ada petugas. Ini pelayanan publik, bukan rumah kosong,” kata seorang warga lainnya dengan nada kecewa.
Harapan Akan Evaluasi dan Perbaikan
Masyarakat memahami bahwa tenaga kesehatan juga berhak atas hari libur. Namun, mereka berharap ada sistem yang tetap menjamin ketersediaan layanan dasar—setidaknya dengan menyiagakan satu petugas piket, satpam, atau menyediakan informasi layanan darurat.
“Sangat disayangkan. Puskesmas itu garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Bukan hanya soal buka-tutup, tapi soal kepekaan sosial. Harusnya ini dikaji ulang,” ujar seorang tokoh warga.
Warga Ingin Negara Tetap Hadir di Hari Libur
Bagi sebagian warga, puskesmas bukan sekadar fasilitas kesehatan, melainkan satu-satunya tempat berobat ketika kondisi darurat datang. Penutupan total tanpa kejelasan justru menambah beban masyarakat kecil yang tidak memiliki akses ke fasilitas kesehatan lain.
Warga berharap agar pihak Puskesmas Kedaung Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dan pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan publik saat libur nasional.
“Libur boleh, tapi jangan sampai rakyat kehilangan harapan.”
Laporan: Tim Sidikpolisinews















