Sidikpolisinew, Banten – Kamis, 27 Maret 2025
PWNU Banten resmi mengumumkan pemenang Festival Humor ala Gus Dur 2025 melalui akun Instagram resminya, @pwnubanten. Berbeda dengan festival humor pada umumnya yang diselenggarakan secara langsung, ajang ini hanya memperbolehkan peserta mengirimkan video rekaman sebagai bentuk partisipasi.
Tanpa panggung, tanpa sorak tawa penonton, dan tanpa interaksi langsung, festival ini terasa jauh dari kemeriahan yang biasanya mewarnai acara humor. Meski demikian, para peserta tetap berusaha menampilkan yang terbaik dalam video yang dikirimkan, menyesuaikan konsep dengan humor khas Gus Dur yang dikenal cerdas dan satir.
Namun, setelah pengumuman pemenang, muncul berbagai reaksi, salah satunya datang dari peserta Ijum Setiawan, yang menyampaikan kekecewaannya atas hasil penjurian yang dianggap tidak transparan.
“Saya terima kekalahan, tapi yang sulit saya terima adalah kenyataan bahwa yang menilai justru nggak ngerti apa yang mereka nilai,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa keputusan memang mutlak, tetapi tetap mempertanyakan kredibilitas para juri:
“Saya nggak masalah kalah, asal juri menang dalam hal kredibilitas. Sayangnya, yang menang cuma kepentingan.”
Tak hanya itu, ia juga menyindir sistem penilaian dalam festival ini dengan pernyataan tajam:
“Kadang lebih sulit memahami juri daripada memahami konsep lomba itu sendiri.”
Hingga berita ini diterbitkan, panitia penyelenggara belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik yang muncul. Sementara itu, festival ini telah selesai, dan 10 besar finalis dijadwalkan tampil dalam acara buka bersama (bukber) PWNU Banten pada Jumat, 28 Maret 2025.
Apakah ajang ini benar-benar berhasil menghidupkan kembali semangat humor Gus Dur, atau justru menjadi ajang yang kehilangan makna karena sistem penilaiannya?
Untuk informasi lebih lanjut, pantau terus akun Instagram resmi PWNU Banten di @pwnubanten.















