Berita  

Warga Obi Tolak Kenaikan Tarif Air: Konsultasi Publik PDAM Gagal Total!

Admin 1 Sidik Polisi News.Id

Warga Obi Tolak Kenaikan Tarif Air: Konsultasi Publik PDAM Gagal Total!

 

Kabupaten Halmahera Selatan kecamatan obi, kamis 26 Juni 2025. sidikpolisinews. Konsultasi publik yang digelar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan di Kecamatan Obi berakhir ricuh dan penuh penolakan. Warga dengan tegas menolak rencana kenaikan tarif air bersih yang dinilai tidak masuk akal dan penuh manipulasi.

Direktur PDAM Halmahera Selatan berdalih bahwa kenaikan tarif dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah. Ia juga menyampaikan bahwa dua bak penampungan air yang selama ini digunakan masyarakat belum resmi dihibahkan kepada PDAM, sehingga bukan tanggung jawab mereka secara langsung.

Namun pernyataan ini langsung dibantah oleh warga, khususnya Yusran Dais, Koordinator Warga Obi sekaligus pelanggan aktif PDAM.

> “Tarif naik, tapi bak air tak berpagar. Binatang mati di dalam bak, air kotor dikonsumsi warga. Di mana tanggung jawab PDAM?” tegas Yusran dalam forum terbuka tersebut.(26-juni-2025).

 

Ia menambahkan bahwa selama ini tidak ada fasilitas layak dari PDAM. Bahkan tahun lalu ditemukan bangkai hewan di bak mata air yang tidak pernah dipelihara dengan baik. Fakta ini menampar wajah PDAM yang selama ini hanya menuntut pembayaran tapi abai terhadap mutu layanan.

Lebih mengejutkan lagi, salah satu pegawai PDAM Obi menunjukkan surat edaran sebagai dasar kenaikan tarif. Setelah ditelusuri oleh warga, ternyata surat tersebut bukan surat kenaikan tarif air, melainkan hanya surat penyusunan struktur pegawai. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa PDAM sedang melakukan kebohongan publik secara sistematis.

> “Ane tapi bin ajaib! Tidak ada hibah, tidak ada fasilitas, tidak ada kejelasan, tapi berani naikan tarif. Ini bukan pelayanan, ini pemerasan!” seru warga lainnya.

 

Warga juga mempertanyakan proyek fasilitas air bersih senilai Rp6,7 miliar yang dibangun tahun 2014 di Desa Buton. Hingga hari ini, proyek itu belum pernah diresmikan ataupun digunakan oleh PDAM.

> “Uang habis, fasilitas mangkrak, masyarakat menderita. Siapa yang harus bertanggung jawab?” kata Yusran.

 

Kemarahan warga Obi memuncak saat Yusran menyampaikan sikap tegas kepada direktur PDAM:

> “Kalau tidak mampu ambil keputusan untuk rakyat, lebih baik bubar saja rapat ini!”

 

Warga obi mendesak Bupati dan DPRD Halmahera Selatan untuk segera menyelesaikan polemik air bersih di Obi. Jika tidak ada tindakan tegas, mereka siap memboikot kantor PDAM Obi.

> “Kami tidak akan diam. Bila tuntutan ini terus diputarbalikkan, aksi boikot adalah keniscayaan!” tutup Yusran dengan nada tegas.

Darwan aduhasan
Wakabiro halsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *