Warga Binaan Lapas Narkotika Kasongan Jalani Praktik Pelatihan Perikanan seperti Pengecekan pH, Suhu Air, dan Penebaran Bibit Lele

Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Kasongan melanjutkan kegiatan Pelatihan Kemandirian Bidang Perikanan diikuti oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) pada hari Rabu (15/10)

Kasongan (Sidikpolnews.id)  – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Kasongan melanjutkan kegiatan Pelatihan Kemandirian Bidang Perikanan dengan sesi praktik lapangan yang diikuti secara antusias oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) pada hari Rabu (15/10).

Setelah pada hari sebelumnya menerima pembekalan teori dasar budidaya ikan, hari ini para peserta melakukan praktik langsung persiapan kolam, pengecekan pH air, pengukuran suhu air, hingga penebaran bibit ikan lele.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Palangka Raya. Instruktur dari BLK Palangka Raya memberikan arahan teknis tentang cara memastikan kualitas air kolam tetap stabil sebagai faktor utama keberhasilan budidaya lele. Para peserta juga diperkenalkan dengan alat ukur pH dan suhu air untuk memastikan kondisi lingkungan kolam sesuai kebutuhan ikan.

Usai memastikan kolam siap pakai, kegiatan dilanjutkan dengan penebaran bibit lele sebagai tahap awal proses budidaya. Momen tersebut menjadi pengalaman langsung bagi warga binaan untuk memahami praktik budidaya ikan yang baik dan benar.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Kasongan, Yurdani, menyampaikan apresiasi atas semangat para warga binaan dalam mengikuti pelatihan ini.

“Kegiatan hari ini merupakan lanjutan dari teori yang sudah diberikan sebelumnya. Kami berharap keterampilan ini dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk mandiri dan produktif setelah selesai menjalani masa pidana,” ujarnya.

Pelatihan kemandirian bidang perikanan ini akan terus berlanjut dengan materi lanjutan seperti pemberian pakan, pengendalian kualitas air, hingga tahap panen. Melalui kegiatan ini, Lapas Narkotika Kasongan berkomitmen membentuk warga binaan yang berdaya, terampil, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat.

(Mely-Wakaperwil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *