Www SidikPolisi News’id – Namlea “Kabupaten Buru’ Propinsi Maluku (24/3/2026)
Namlea – Wajah Kota Namlea, Kabupaten Buru, kini tercoreng oleh tumpukan sampah yang berserakan di sepanjang jalan utama tepatnya di dusun BTN Tatanggo. Selasa 24/3/2026
Kondisi ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.
Pantauan di lapangan menunjukkan sampah rumah tangga hingga limbah plastik menumpuk di beberapa titik, bahkan meluber hingga ke badan jalan. Ironisnya, kondisi ini terjadi di jalur yang kerap dilintasi masyarakat maupun tamu dari luar daerah.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan besar: siapa yang harus disalahkan? Apakah ini murni akibat rendahnya kesadaran masyarakat, atau lemahnya penegakan aturan dari pemerintah daerah?
Sejumlah warga menilai bahwa persoalan ini merupakan kombinasi dari keduanya. Di satu sisi, masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan tanpa memikirkan dampaknya terhadap lingkungan. Di sisi lain, pengawasan dan penindakan dari pihak berwenang dinilai belum maksimal.
“Tempat pembuangan sebenarnya sudah ada, tapi masih saja banyak yang buang sampah di pinggir jalan. Kalau tidak ada tindakan tegas, kondisi ini akan terus terjadi,” ujar salah satu warga.
Minimnya fasilitas pendukung seperti tempat sampah di titik-titik strategis juga turut memperparah keadaan. Selain itu, kurangnya sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan menjadi faktor lain yang tidak bisa diabaikan.
Kondisi ini mencerminkan wajah daerah yang buruk, di mana tata kelola lingkungan belum berjalan optimal. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin akan berdampak pada kesehatan masyarakat serta citra daerah di mata publik.
Diperlukan langkah konkret dari pemerintah daerah, mulai dari penegakan aturan yang tegas, penyediaan fasilitas yang memadai, hingga edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Namun di atas semua itu, kesadaran kolektif masyarakat tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama. Tanpa adanya kesadaran dan kepedulian, tumpukan sampah akan terus menjadi potret buram wajah Kota Namlea.
*(“Besugi”)*















