Berita  

Viral di Medsos, Guru di Kabupaten Mappi, Propinsi Papua Selatan Berhasil Wujudkan Mimpi Siswa/ Siswi Makan Siang Gratis

Mappi, Sidikpolisinews.id – Sebuah inisiatif mulia berawal seorang guru mengungah keluhan siswa/siswi tentang makan siang gratis di media sosial berhasil mengubah nasib ratusan siswa SD YPPK St. Petrus Wairu, Mappi. Berkat viralnya video yang diunggah oleh Hubertus Pago, seorang guru di sekolah tersebut, program makan siang gratis kini menjadi kenyataan.

Video yang diunggah pada tanggal 21 Oktober 2024, tak lama setelah pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, memperlihatkan kondisi siswa yang seringkali kelaparan saat jam belajar. Video ini kemudian viral dan menarik perhatian Partai Gerindra. Menanggapi keluhan tersebut, admin akun resmi Partai Gerindra berjanji untuk merealisasikan program makan siang gratis di sekolah tersebut.

Janji tersebut kini menjadi kenyataan. Pada tanggal 10 Januari 2025, SD YPPK St. Petrus Wairu menjadi sekolah pertama di Kabupaten Mappi yang melaksanakan program makan siang gratis. Setiap siswa kini mendapatkan makanan bergizi yang terdiri dari nasi, sup, daging ayam krispi, dan susu Ultramilk 200 ml.

Lambertus Nyimsi, S.Pd, Kepala Sekolah SD YPPK St. Petrus Wairu, menyambut gembira program ini. “Dengan adanya makanan bergizi gratis, siswa akan lebih semangat belajar. Selama ini, banyak siswa yang mengeluh lapar pada jam 9 atau 10 pagi dan minta izin pulang,” ujar Lambertus. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatiannya terhadap pendidikan di daerah.

Senada dengan Kepala Sekolah, Arnol Lamera, S.Pd, selaku perwakilan pengurus PGRI Mappi, juga memberikan apresiasi atas terlaksananya program ini. “PGRI Mappi mendukung penuh kegiatan makan siang gratis yang sudah diupayakan oleh Pak Berto melalui admin Gerindra,” ungkapnya.

Amal I Manikari, koordinator bidang penelitian PGRI Mappi, menambahkan bahwa program makan siang gratis sangat berdampak pada tingkat kehadiran siswa. “Mereka sangat senang dan antusias. Yang dulunya pulang jam 10 atau 11 karena lapar, sekarang bisa bertahan sampai jam pulang.

Manikari juga menjelaskan bahwa sebagian besar siswa sebelumnya datang ke sekolah tanpa sarapan atau hanya makan sagu bakar. Hal ini menyebabkan mereka cepat mengantuk dan konsentrasi belajar terganggu. Dengan adanya program makan siang gratis, diharapkan kebutuhan gizi siswa dapat terpenuhi dan prestasi belajar mereka meningkat.

Program makan siang gratis di SD YPPK St. Petrus Wairu ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Mappi. Harapannya, program serupa dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi generasi muda di daerah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *