SIDIKPOLISINEWS.ID || NTT, Betun – Suasana ceria darmawisata puluhan siswa SMP Negeri Fatukoan seketika berubah menjadi mimpi buruk yang memilukan. Minggu (1/2/2026) siang, yang seharusnya menjadi momen melepas penat di bibir Pantai Cemara Abudenok, Desa Umatoos, Malaka Barat, justru berakhir dengan tangis histeris setelah salah satu siswa, Jorganio Faot alias Dito (15), hilang tersapu ganasnya ombak laut selatan.
Rombongan yang terdiri dari 32 siswa dan didampingi empat orang guru penanggung jawab di bawah pimpinan Antonius Moel, tiba di lokasi dengan penuh kegembiraan. Tak lama setelah tiba, Dito bersama 24 rekannya segera menuju bibir pantai, tak sabar ingin merasakan kesegaran air laut.
Namun, keceriaan itu perlahan berubah menjadi kekhawatiran. Rekan korban, Yantorius Ato, bersama adik korban sendiri, Andentus Taneu, sempat melihat Dito berjalan terlalu jauh ke tengah.
“Kami sudah tegur, kami larang supaya jangan terlalu jauh ke tengah, tapi Dito tidak dengar,” kenang Yantorius dengan nada bergetar.
Hanya dalam hitungan detik setelah teguran itu diabaikan, sebuah ombak besar datang menyapu. Yantorius menjadi saksi mata terakhir yang melihat tubuh Dito tergulung air dan menghilang dari pandangan. Sejak saat itu, laut seolah tak mau mengembalikan remaja berusia 15 tahun tersebut.
Begitu menerima laporan dari pengelola pantai, Kapolsek Malaka Barat beserta anggota piket dan Bhabinkamtibmas Desa Umatoos langsung meluncur ke lokasi kejadian. Koordinasi cepat pun dilakukan dengan berbagai pihak.
“Kami telah berkoordinasi dengan nelayan setempat untuk meminjam perahu guna membantu proses pencarian di titik hilangnya korban. Kami juga sudah menjalin komunikasi intens dengan Dinas Sosial dan Dinas Pariwisata Kabupaten Malaka,” ujar Kapolsek Malaka Barat.
Pencarian yang dilakukan sepanjang Minggu sore hingga malam hari terpaksa dihentikan karena keterbatasan jarak pandang dan kondisi laut.
Hingga Senin (2/2/2026), bibir Pantai Cemara Abudenok masih dipadati oleh keluarga korban, warga setempat, dan petugas gabungan. Raut wajah lelah dan penuh harap nampak dari keluarga Dito yang tak henti-hentinya menatap ke arah laut lepas.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian terus diintensifkan dengan melibatkan:
* Personel Polsek Malaka Barat
* Pemerintah Desa Rabahasahain
* Petugas Pariwisata Pantai Cemara Abudenok
* Relawan Nelayan dan Masyarakat Setempat
Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi pengelola wisata dan sekolah untuk lebih memperketat pengawasan terhadap siswa saat berada di area rawan bencana alam, terutama di wilayah pesisir dengan karakteristik ombak yang sulit ditebak. (Roy S)















