Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kampung Waturu, Sidikpolisinews.id – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Morits Laboar menyusul meninggalnya sang ayah akibat insiden tragis di Rumah Sakit Magareti pada Kamis, 16 Januari 2025. Korban yang dirawat sejak 9 Januari lalu, harus kehilangan nyawanya setelah tertimpa reruntuhan plafon gipson di ruangan perawatannya.
Peristiwa menimpahnyai ni terjadi sekitar pukul 01.00 WIT, namun baru diketahui sekitar pukul 0.6.00 WIT. Saat itu, Morits Labobar tengah terbaring lemah di ranjang rumah sakit, tak menyadari bahaya yang mengintai dari atas. Tiba-tiba, dengan suara gemuruh yang menggelegar, plafon gipson di atas tempat tidurnya runtuh dan menimpa tubuhnya.
Keluarga korban menduga adanya kelalaian dari pihak rumah sakit dalam menjaga kondisi bangunan. Mereka menuntut agar pihak berwenang, baik kepolisian maupun pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden ini.
Keluarga korban juga memohon bantuan hukum kepada Bapak Dr. Hotman Paris, S.H., MH Hutapea melalui program “Tanya Hotman 911”. Mereka berharap dengan bantuan seorang pengacara kondang, keadilan dapat ditegakkan dan pihak rumah sakit dapat bertanggung jawab atas kelalaiannya.
Kejadian ini menimbulkan kegelisahan di kalangan masyarakat Kampung Waturu . Mereka mempertanyakan kualitas bangunan rumah sakit dan sejauh mana pihak rumah sakit telah melakukan perawatan terhadap bangunan tersebut. Pasalnya, Rumah Sakit PP Magretty merupakan satu-satunya rumah sakit umum daerah di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang melayani masyarakat luas.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait hasil penyelidikan. Masyarakat berharap agar kasus ini dapat segera diselesaikan dan keadilan dapat ditegakkan bagi keluarga korban.















