Sidik polisi news. 21-10-2025.makassar.Kepala Satuan Tegaskan Dukungan Pimpinan, Ungkap Kronologi Pengungkapan 94 Butir Ekstasi
Kepala satuan yang menangani perkara narkoba memberikan klarifikasi terkait pengungkapan dan penindakan terhadap jaringan peredaran ekstasi yang melibatkan paket kiriman dari Medan. Dalam penjelasan dalam ruang kerja, beliau
menegaskan dukungan penuh pimpinan dan menjelaskan kronologi penangkapan serta alasan tindakan anggota di lapangan. Selasa, 21 Oktober 2025 Makassar.
Menurutnya, penyelidikan berawal dari paket kiriman berisi 94 butir ekstasi yang datang dari Medan. “Itu berawal dari adanya paket pengiriman narkotika jenis ekstasi, itu sekitar 94 butir dari Medan Ujarnya.
Setelah melakukan koordinasi dengan pihak jasa pengiriman dan Bea Cukai, tim melakukan operasi bersama untuk menelusuri penerima paket.
Dari hasil pengembangan, tim mengamankan seorang tersangka berinisial AO yang kemudian mengarahkan petugas ke dua orang berinisial A dan R. “AO ini kita amankan. Introgasi kemudian dia menunjuklah saudara A dengan R,” Kata Kepala satuan itu.
Barang bukti dan keterangan dari AO menjadi dasar pengembangan penyidikan yang kemudian mengarah ke upaya penyerahan di wilayah Wajo dalam perjalanan, penindakan tetap dilakukan.
Kepala satuan membantah anggapan bahwa penindakan dilakukan tanpa alat bukti. Ia mengatakan, walaupun pada saat penangkapan tidak selalu ditemukan seluruh barang bukti pada orang yang sedang dikejar, penyidik dapat menjerat tersangka berdasarkan bukti lain seperti barang bukti yang ditemukan di AO dan komunikasi telepon. “Berita-berita di luar yang bilang tidak ada barang bukti, ya boleh-boleh saja, tapi kita tidak perlu ada barang bukti kepada si yang kita kejar, karena kita sudah mendapatkan alat bukti,” Jelasnya.
Soal insiden yang melibatkan penggunaan senjata api, pejabat itu menegaskan tindakan anggota bersifat membela diri dan menghentikan laju kendaraan yang dianggap membahayakan. Ia menyatakan anggota terancam ketika kendaraan dihadapkan pada upaya melarikan diri hingga nyaris menabrak petugas, sehingga ditempuh tindakan tembakan terarah ke ban untuk menghentikan laju. “Anggota keluarkanlah tembakan… itu sasarannya sebetulnya ban. Karena memang untuk menghentikan laju kendaraan seperti itu,” Katanya.
Meski demikian, pimpinan juga melakukan evaluasi terkait prosedur penggunaan senjata. “Kalau penggunaan senjata harus lebih hati-hati… jangan sampai ada korban jiwa nanti malah dipelintir lagi,” Ujarnya, menekankan pentingnya SOP dan latihan untuk menekan dampak negatif dalam operasi di lapangan. Ia menegaskan tetap mendukung anggota selama tindakan itu dilaksanakan atas perintah dan dalam rangka melaksanakan tugas.
Dalam pernyataannya, Kepala satuan juga memaparkan pengalaman panjangnya di bidang pemberantasan narkoba sebagai dasar profesionalisme tim: “Saya bukan orang baru di narkoba, saya lama pernah di Direktorat Narkoba pernah juga jadi Wakil Direktur saya pernah jadi Kapolres di Sinjai, Kapolres di Palopo lama di Krimsus juga, 5 tahun.” Ia menyatakan komitmen untuk menindak tegas bandar dan pelaku peredaran narkotika di wilayah Sulawesi Selatan.
Operasi ini, menurutnya, dilakukan secara kolaboratif dengan instansi terkait termasuk Bea Cukai, Polda, dan Polres setempat agar penanganan terhadap penyalahgunaan narkotika berjalan komprehensif. Sementara itu, pelaku yang diamankan dan status proses hukum terhadap A, R, dan AO masih dalam tahap penyidikan dan pengembangan lebih lanjut oleh penyidik.(jp@timres)















