SMK ALMALIKI Sukodono Lumajang Sekolah Unggulan Berbasis Agama Terapkan Tekhnologi Berbasis Industri

Lumajang Sidikpolisinews.
Awal tahun 2026 merupakan tahun keberuntungan dan progres cemerlang.

Hal itu dibuktikan dengan awal panen dari Pemeliharaan ayam Pedaging
DI SMK ALMALIKI SUKODONO LUMAJANG dari salah satu kompetensi keahlian
AGRIBISNIS TERNAK UNGGAS.

Kyai Haji Habibullah selaku kepala sekolah SMK ALMALIKI menyampaikan pada awak media Sidikpolisinews Rabu 8/4/2026 jikalau
Mulai semester genap tahun ajaran 2025/2026 ini SMK ALMALIKI Sukodono menerapkan Pembelajaran TEFA (Teaching Factory) yaitu Pembelajaran yang berbasis Industri, Maksudnya adalah model pembelajaran di sekolah yang sama persis dengan kegiatan di pabrik / industri. Salah satu yang telah dilaksanakan di SMK ALMALIKI (khususnya Kompetensi Keahlian ATU / Agribisnis Ternak Unggas) adalah Pemeliharan ayam pedaging. Di sini Siswa tidak hanya belajar secara teori tapi mereka juga bekerja dengan standar industry, menghasilkan produk dan jasa yang nyata (berupa ayam pedaging), mengikuti alur kerja profesional, praktik menggunakan alat dan bahan yang standar industri, Proses kerja mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) dari industri, Ada konsumen/pemesan sungguhan, Guru berperan seperti manager produksi, Siswa berperan seperti pekerja profesional, pembelajaran praktik diawasi oleh Industri (biasanya dua kali dalam seminggu), Siswa dinilai berdasarkan kualitas hasil kerja (bukan hanya hasil ulangan).
Dengan penerapan Teaching Factory ini maka SMK ALMALIKI Sukodono
Membiasakan siswa dengan budaya kerja di pabrik / industri
Melatih tanggung jawab, disiplin, dan kualitas kerja
Mengurangi rasa minder pada saat lulus
Menambah rasa percaya diri dengan kompetensinya.
Membuat lulusan siap kerja, bukan siap coba-coba
Membentuk kemampuan berpikir tingkat tinggi
Membuat ilmu melekat lebih lama
Membuat siswa mandiri dalam belajar
Membekali siswa menghadapi masalah nyata

Dengan diterapkannya TEFA di SMK ALMALIKI Sukodono maka berarti telah diterapkan juga pembelajaran mendalam, yaitu proses belajar mengajar di sekolah dengan menggunakan pendekatan belajar yang tidak hanya sekedar menghafal, tetapi juga menembus sampai memahami makna, mengaitkan konsep, lalu mampu menerapkan pengetahuan itu di situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Jadi hasil belajar di sekolah itu lebih bermakna dan bermanfaat.
Ciri-ciri pembelajaran mendalam
Siswa memahami konsep, bukan sekadar rumus atau definisi.
Materi dikaitkan dengan pengalaman atau kehidupan sehari-hari.
Siswa aktif berpikir, bertanya, dan berdiskusi.
Mampu memecahkan masalah baru dengan pengetahuan yang dimiliki.
Terjadi perubahan cara berpikir dan bersikap.
Tujuan pembelajaran mendalam Adalah Agar siswa:
Berpikir kritis
Kreatif
Mampu memecahkan masalah dan
tidak mudah lupa

Manfaat dari kegiatan memelihara ayam ini di antaranya adalah:
Terselenggarakannya TEFA (Teaching Factory)
Terselenggaranya Pembelajaran Mendalam
Mendapatkan keuntungan finansial yang selanjutnya digunaklan untuk mendukung dan meningkatkan mutu kegiatan di SMK ALMALIKI.

ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN
Dalam kegiatan memelihara ayam pedaging ini SMK ALMALIKI juga memiliki cara untuk menanggulangi dampak lingkungan, yaitu dengan cara memelihara ayam dengan sistem CLOSE HOUSE (kandang ayam tertutup rapat) yang dilengkapi dengan Blower dan pendingin.

Dengan sistem close house ini maka banyak sekali keuntungannya, di antaranya adalah:
Suhu dalam kandang sesuai dengan kebutuhan ayam.
Menekan sekuat tenaga agar tidak ada lalat yang berkeliaran di sekitar kandang.
Lalat mati di dalam kandang karena di dalam kandang ada racun lalat. Bahkan ada racun telur lalat yang dapat menghambat perkembangbiakan lalat.
Menjadikan kandang lebih sehat karena kotoran ayam tidak basah setelah terkena angin blower.
Kotoran ayam tidak berbau keluar karena sdh kering di dalam
Kotoran ayam segera dikeluarkan / dibuang dalam waktu tertentu
Kotoran ayam dimanfaatkan oleh petani sayur di Daerah Senduro sebagai pupuk tanaman.

Selain itu, kami juga selalu diawasi oleh petugas dari mitra industri yang biasanya dinamakan PPL (Petugas Penyuluh Lapangan) atau TS (Technical Service). Tugas dari PPL ini di antaranya adalah Membina, membimbing, dan mengontrol peternak dalam hal:
Kesehatan ayam
Perkembangan berat badan ayam
Tingkat kematian ayam
Ketersediaan pakan dan minuman
Ketersediaan vitamin
Dampak Lingkungan
Dll.

Diakhir wawancara Habibullah merasa bangga apabila sudah banyak alumninya Yang diminta langsung oleh mitra usaha untuk bergabung atau bekerja di tempat industri tersebut.
( Santoso Sidikpolisinews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *