Sidikpolisinews.id MEULABOH — Proses pendaftaran ulang siswa baru di SMA Negeri 1 Meulaboh menjadi perhatian terkait pengadaan atribut sekolah. Menanggapi hal tersebut, pihak sekolah dan komite angkat bicara untuk memberikan klarifikasi agar tidak terjadi salah paham di kalangan masyarakat.
Saat ditemui langsung di ruang kerjanya pada Senin (19/5/2026), Plt Kepala SMAN 1 Meulaboh, Isnayanti, S.Pd.I, menegaskan bahwa pihak sekolah sama sekali tidak terlibat dalam pengelolaan maupun pengadaan atribut bagi siswa baru.
Menurut Isnayanti, sebelum proses daftar ulang dimulai, komite sekolah sudah lebih dulu mengundang para wali murid yang anaknya dinyatakan lulus.
“Segala urusan atribut itu bukan dikelola oleh sekolah, melainkan kebijakan komite. Semua dikelola oleh komite, sekolah tidak melakukan apa-apa (terkait pengadaan ini). Pihak sekolah sangat memahami regulasi yang berlaku bahwa sekolah tidak boleh terlibat dalam hal tersebut,” ujar Isnayanti.
Ia juga menambahkan bahwa kebijakan ini bukan hal baru, melainkan sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir berdasarkan kesepakatan komite untuk menyeragamkan atribut siswa.
Untuk tahun ini, SMAN 1 Meulaboh menerima total 252 siswa baru. Proses kelulusan dibagi menjadi beberapa jalur:
Jalur Prestasi (35%) Sebanyak 88 siswa (sudah diselesaikan terlebih dahulu).
Jalur Zonasi, Afirmasi, dan Perpindahan Tugas Orang Tua Mengisi sisa kuota dari total keseluruhan.
Di tempat terpisah, Ketua Komite SMAN 1 Meulaboh, Marizal, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Senin (19/5/2026), membenarkan bahwa pengadaan atribut ini murni hasil diskusi dan kesepakatan bersama para orang tua murid.
Marizal menekankan bahwa prinsip utama komite adalah mengedepankan musyawarah dan toleransi, serta sama sekali tidak ada unsur paksaan terkait pembayaran atribut.
“Dari tahun kemarin, setelah jalur prestasi selesai, atas permintaan dari kawan-kawan wali siswa baru yang menginginkan keseragaman, kami mengadakan diskusi. Jika ada wali murid yang merasa keberatan atau belum ada rezeki (biaya), pembayarannya bisa diundur. Kami memiliki dokumentasi foto kegiatan sebagai bukti adanya forum diskusi tersebut,” jelas Marizal.
Ia juga menambahkan bahwa bagi siswa yang melakukan daftar ulang, mereka cukup mengonfirmasikan kesiapan pembayarannya kepada pihak komite.
“Komite tidak pernah memaksa, karena paket bajunya sendiri baru akan sampai pada bulan Juli nanti. Jadi, semua bisa dikomunikasikan dengan baik kapan siap melunasinya,” pungkas Marizal.















