
SD Negeri Kogir, yang terletak di daerah terpencil, terus berupaya menjadi contoh dalam pengelolaan sekolah yang transparan dan mandiri. Kepala Sekolah Kogir, Rudi Hartono, S.Pd, menegaskan bahwa keterbukaan dalam pengelolaan sekolah adalah kunci utama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang profesional dan berintegritas.
Dalam sebuah rapat terbuka bersama seluruh tenaga pendidik, ia menyampaikan bahwa setiap informasi penting, termasuk penggantian bendahara, harus disampaikan dengan jelas kepada semua pihak.
“Jika hanya ada dua guru dan P3K, sementara bangunan kelas hanya tiga, maka transparansi sangat penting,” tegas Kepala Sekolah.
Sebagai tenaga pendidik, Kepala Sekolah mengingatkan agar seluruh guru tetap berfokus pada tugas utama mereka, yaitu mendidik generasi muda. Dengan berbagai program yang sedang berjalan, seperti pengecatan sekolah dan pengajuan penambahan ruang kelas, para guru diharapkan tidak terbawa oleh urusan di luar tugas mereka sebagai pendidik.
Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di SD Negeri Kogir, Kepala Sekolah menekankan beberapa kebijakan penting:
– Penambahan Ruang Kelas: Saat ini, sekolah sedang mengajukan permohonan agar jumlah kelas ditingkatkan menjadi enam. Harapan besar disematkan kepada Dinas Pendidikan agar memberikan perhatian yang setara bagi sekolah-sekolah di daerah terpencil.
– Penyediaan Rumah Dinas: Dengan jumlah guru yang mencapai tujuh orang dan hanya tersedia satu rumah dinas, beberapa guru harus menumpang di rumah masyarakat. Upaya untuk menambah fasilitas tempat tinggal bagi guru terus diperjuangkan demi kesejahteraan tenaga pendidik.
– Seragam Sekolah: Disiplin dalam berpakaian menjadi perhatian utama. Kepala Sekolah menegaskan bahwa seluruh siswa harus mengenakan seragam yang lengkap sesuai ketentuan, termasuk seragam merah putih, Pramuka, dan pakaian khas sekolah.
– Transparansi Keuangan: Pengelolaan dana sekolah dilakukan dengan sistem Arkas menggunakan aplikasi Starling untuk memastikan setiap transaksi tercatat dengan jelas. Penggunaan anggaran harus tepat sasaran, seperti pembuatan WC sekolah yang dilakukan secara mandiri tanpa melibatkan pihak luar.
– Efisiensi Anggaran: Pengeluaran sekolah harus sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Contohnya, dalam pembelian perlengkapan sekolah, jika anggaran yang tersedia hanya cukup untuk 15 lembar kertas, maka pembelian harus mengikuti ketentuan tersebut.
– Pembayaran Honor Guru: Komitmen terhadap kesejahteraan guru terus dijaga dengan memastikan pembayaran honor dilakukan secara tepat waktu.
Dengan berbagai langkah transparan dan mandiri yang telah diterapkan, SD Negeri Kogir menunjukkan komitmen nyata dalam membangun pendidikan yang berkualitas. Kepala Sekolah Rudi Hartono berharap seluruh tenaga pendidik dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi siswa.
“Kita adalah contoh bagi anak-anak kita. Dengan kerja keras dan dedikasi, kita bisa membangun sekolah ini menjadi tempat belajar yang lebih baik, demi masa depan mereka yang lebih cerah,” tutupnya dengan penuh optimisme.














