Mentok, Bangka Barat —Sidikpolisinews.id
Seorang siswa sekolah dasar diduga mengalami percobaan penculikan oleh dua pria tak dikenal yang mengendarai mobil hitam di sekitar sebuah toko bakso, Senin sore (18/11/2025). Peristiwa itu menimbulkan kecemasan publik dan mendorong sekolah serta masyarakat meminta peningkatan pengawasan di lingkungan Mentok.
Korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu berhasil melarikan diri setelah pelaku mencoba membujuknya masuk ke dalam mobil dengan iming-iming permen. “Kasih abang permen, suruh abang masuk. Abang langsung lari. Dia kejar,” kata anak tersebut dalam keterangan yang disampaikan kepada guru dan orang tuanya.
Warga yang melihat kejadian itu membantu menyelamatkan korban. Guru kemudian melaporkan insiden tersebut kepada pihak sekolah untuk verifikasi dan koordinasi awal. Sekolah menyatakan telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh siswa agar tidak pulang sendirian dan tidak menerima ajakan dari orang yang tidak dikenal.
Pihak sekolah juga meminta kepolisian melakukan patroli khusus pada jam pulang sekolah. Menurut sekolah, keberadaan mobil tak dikenal di sekitar area pulang siswa sudah beberapa kali dikeluhkan warga, meski belum dikonfirmasi sebagai percobaan penculikan.
Sejumlah literatur perlindungan anak dari KPAI, UNICEF, dan Polri mencatat bahwa bujuk-rayu dengan hadiah merupakan metode yang paling sering digunakan pelaku kejahatan terhadap anak usia SD. Pola serupa muncul dalam kejadian di Mentok, di mana pelaku menawarkan permen sebelum berusaha mengejar korban.
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat diminta masyarakat segera mengambil langkah pengamanan tambahan, termasuk patroli terpadu, pemasangan CCTV di titik rawan, penyediaan area jemput resmi di sekolah, serta layanan pelaporan cepat melalui hotline perlindungan anak.
Di tengah suasana kota kecil yang biasanya tenang, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap anak dapat muncul tanpa tanda, seperti bayang yang melewati senja. Keselamatan anak, sebagaimana ditegaskan warga, bukan hanya urusan keluarga, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat.
(Sriati / kmr)















