Kolono, Konawe Selatan — Sidikpolisinews
Tim dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen.PU) bersama Koordinator Badan Gizi Nasional Wilayah Konawe Selatan, serta pihak pelaksana proyek, melakukan peninjauan lokasi pembangunan Sarana Produksi dan Pengolahan Gizi – Multi Benefit Garden (SPPG-MBG) di Kelurahan Kolono, Kecamatan Kolono, Kabupaten Konawe Selatan, pada hari ini (11/11/2025).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh seluruh pihak terkait, termasuk unsur pemerintah daerah, pelaksana kegiatan, dan masyarakat sekitar. Peninjauan ini bertujuan memastikan kesiapan lokasi serta sinkronisasi antar instansi dalam mendukung program peningkatan ketahanan pangan dan gizi masyarakat melalui pembangunan fasilitas terpadu berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Kolono yang hadir secara langsung, Muhammad Aswan Yasin, SE, M.Si memberikan apresiasi tinggi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah pusat dan daerah.
“Kami sangat mendukung pembangunan SPPG-MBG ini karena manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain meningkatkan ketersediaan pangan bergizi, juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi lokal,” ujar Aswan Yasin.
Sementara itu, perwakilan dari Badan Gizi Nasional wilayah Konawe Selatan menegaskan bahwa program SPPG-MBG ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan gizi masyarakat di daerah-daerah potensial namun masih memiliki tantangan akses terhadap pangan bergizi dan berkelanjutan.
Dari sisi masyarakat, sambutan positif juga datang dari warga Kecamatan Kolono. Salah satu tokoh masyarakat menyampaikan harapannya agar pembangunan SPPG-MBG ini dapat segera terealisasi dan membawa dampak nyata bagi kehidupan warga.
“Kami menyambut baik program ini. Masyarakat siap mendukung dan ikut menjaga fasilitas yang nanti dibangun, karena kami tahu ini untuk masa depan anak-anak dan ketahanan pangan di daerah kami,” ungkap seorang warga.
Peninjauan lokasi ini menjadi langkah awal yang penting sebelum proses pembangunan fisik dimulai. Semua pihak berharap proyek ini berjalan lancar, tepat waktu, dan mampu menjadi model pengembangan gizi terpadu yang berkelanjutan di wilayah Konawe Selatan.
(Soni)















