Bangka – Sidik Polisi News,id
Pasca penetapan sidang lanjutan terkait dugaan keabsahan ijazah Paket C milik salah satu calon kepala daerah berinisial RR, sorotan tajam datang dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya dari Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Bangka yang ikut angkat bicara menanggapi dinamika yang terus bergulir di tengah masyarakat.
Ari Sofyan, atau yang akrab disapa Mang Udin, selaku Ketua Ormas Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Bangka, secara tegas mempertanyakan peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mengelola proses Pilkada secara profesional dan bertanggung jawab.
“KPU kerjanya sebenarnya apa? Menjaga marwah demokrasi atau justru menciptakan kegaduhan berkepanjangan? Jangan sampai KPU malah jadi sumber konflik yang memecah belah masyarakat,” ujar Mang Udin dalam keterangannya kepada media, Sabtu (2/8/2025)
Ia juga mengingatkan bahwa KPU sebagai lembaga penyelenggara pemilu harus lebih berhati-hati dan cermat dalam setiap tahapan proses, termasuk dalam menerima dan memverifikasi dokumen penting para calon.
“Kami melihat ada indikasi pusaran sengketa yang tak kunjung usai hanya karena lemahnya ketegasan dan kejelasan dari KPU. Kami minta KPU tidak membuat pusaran konflik yang tak berkesudahan. Rakyat sudah lelah,” lanjutnya.
Menurut Mang Udin, Pilkada seharusnya menjadi ajang kontestasi gagasan, bukan panggung drama hukum dan saling tuding yang merugikan masyarakat luas.
“LMP berdiri untuk menjaga keadilan dan keterbukaan proses demokrasi. Jika ada indikasi pelanggaran hukum, tentu harus dibuktikan di jalur yang tepat. Tapi jangan sampai publik menjadi korban ketidakbecusan penyelenggara,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa setiap tindakan yang dilakukan oleh pihak KPU dan Bawaslu kini menjadi sorotan publik. Menurutnya, kedua lembaga tersebut harus menyadari bahwa kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi sangat tergantung pada integritas dan transparansi mereka.
“Saya meyakini akan ada konflik-konflik baru jika KPU dan Bawaslu terus bermain di wilayah abu-abu. Masyarakat sudah sangat sensitif. Ketika transparansi hilang, yang tumbuh bukan lagi demokrasi, tapi ketidakpercayaan,” ungkap Mang Udin.
LMP Bangka mengimbau semua pihak, termasuk para pendukung calon, untuk tetap tenang dan menunggu hasil proses hukum yang berjalan sembari terus mengawal integritas Pilkada di Bangka.
(Tim sidik polisi.news)















