Langkat, sidikpolisinews.id
Stabat, Sabtu, 16 Mei 2026
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan (UNIMED) melaksanakan kegiatan penelitian lapangan di wilayah Stabat, Kabupaten Langkat. Penelitian 2026 ini mengangkat topik utama “Revitalisasi Pantun Melayu di Era Digitalisasi: Strategi Pelestarian Warisan Budaya Lokal”, yang berfokus pada pengkajian mendalam mengenai eksistensi dan nilai-nilai sastra pantun yang hidup di tengah masyarakat Suku Melayu.

Kegiatan riset ini melibatkan lima mahasiswa yang tergabung dalam satu tim peneliti, yaitu:
1. Berlian Serevina Harianja
2. Jail Keni Aguselin Sembiring
3. Silviana Juniarti Pardede
4. Putrizal Nada Yasmin
5. Tasya Aflina Silaban
Kelima mahasiswa ini akan berada di Kabupaten Langkat dan melaksanakan serangkaian kegiatan penelitian selama kurun waktu kurang lebih tiga bulan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menggali, mendokumentasikan, serta merumuskan strategi yang tepat agar pantun sebagai warisan leluhur tetap relevan, lestari, dan terus dikenal di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus zaman saat ini.
Dalam proses pengumpulan data dan penggalian informasi, tim peneliti berinteraksi langsung dengan tokoh-tokoh masyarakat dan budaya setempat. Salah satu narasumber kunci yang memberikan wawasan berharga adalah Bapak Abdulrahman Syah, seorang pegiat budaya di Kabupaten Langkat. Beliau membagikan pengetahuan mendalam mengenai sejarah, makna, fungsi, serta tantangan dalam menjaga tradisi berpantun di kalangan masyarakat, sehingga memberikan gambaran nyata mengenai kondisi budaya lokal saat ini.
Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi ilmiah yang bermanfaat, sekaligus menjadi langkah nyata dunia pendidikan dalam mendukung pelestarian kekayaan budaya daerah. Melalui riset ini, diharapkan identitas budaya Melayu khususnya seni pantun dapat terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi mendatang dengan cara yang adaptif namun tetap memegang teguh nilai tradisi.
Suparlan















