Masyarakat Desa Kusubibi Minta Bupati Halmahera Selatan Ambil Sikap Tegas
HALSEL,,
sidipolisiNews,id,Selasa tgl/19/8/2025
Kusubibi|Ratusan warga Desa Kusubibi menyampaikan suara hati mereka kepada Bupati Halmahera Selatan. Dalam pernyataan terbuka, masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak bisa lagi menahan penderitaan akibat kebijakan penutupan aktivitas di tiga titik tambang emas yang dilakukan oleh Kapolres Halmahera Selatan. Penutupan tersebut dianggap memutus mata pencaharian utama warga yang selama ini menjadi penopang kebutuhan hidup sehari-hari.
Warga Kusubibi menilai, sejak aktivitas tambang ditutup, kehidupan masyarakat makin terhimpit. Banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari makan hingga biaya pendidikan anak-anak. Situasi ini menimbulkan keprihatinan mendalam, karena tambang emas yang ada selama ini telah menjadi sumber penghidupan mayoritas warga.
“Bupati Halmahera Selatan jangan hanya diam, apalagi tersenyum sinis melihat penderitaan kami. Kami butuh keberpihakan nyata, bukan sekadar kata-kata. Kalau tambang ditutup, lalu kami harus makan apa? Anak-anak kami sekolah pakai apa?” demikian teriakan warga dalam pernyataan bersama.
Masyarakat juga menyindir sikap Bupati yang dianggap abai. Mereka menyebut Bupati seakan “kacang lupa kulitnya,” lupa dengan janji dan harapan yang pernah diberikan kepada rakyat ketika kampanye dulu. Padahal, suara masyarakatlah yang mengantarkan beliau duduk di kursi kepemimpinan.
“Kalau hari ini masyarakat Kusubibi menjerit kelaparan, apakah Bupati tidak merasa terpanggil? Apakah tidak ada tanggung jawab moral seorang pemimpin untuk memastikan rakyatnya bisa hidup layak? Jangan hanya diam, jangan hanya senyum seolah tidak terjadi apa-apa,” lanjut warga.
Penutupan tambang emas di Kusubibi oleh Kapolres Halmahera Selatan memang menimbulkan polemik berkepanjangan. Di satu sisi, penertiban tambang tanpa izin sering kali didorong dengan alasan hukum dan lingkungan. Namun di sisi lain, tambang rakyat telah menjadi satu-satunya sumber penghasilan banyak keluarga. Tanpa adanya solusi konkret, masyarakat merasa kebijakan tersebut lebih banyak menyiksa daripada menolong.
Karena itu, warga menuntut agar Bupati Halmahera Selatan mengambil sikap tegas. Masyarakat tidak menolak aturan hukum, tetapi mereka berharap pemerintah daerah hadir memberikan jalan keluar yang adil. Baik dengan menegosiasikan kebijakan dengan aparat kepolisian, memberikan alternatif pekerjaan, maupun mencari solusi legalisasi tambang rakyat agar bisa berjalan tanpa melanggar hukum.
“Kalau memang tambang ini dianggap ilegal, kenapa pemerintah tidak mencari jalan agar bisa dilegalkan? Jangan hanya menutup tanpa solusi. Hidup kami ini nyata, perut anak-anak kami bukan bisa kenyang dengan janji. Kami butuh kepastian, bukan penderitaan,” ujar salah satu tokoh masyarakat Kusubibi.
Pernyataan keras ini menggambarkan betapa dalamnya rasa frustrasi warga Kusubibi. Mereka berharap pemerintah daerah, terutama Bupati Halmahera Selatan, segera turun tangan langsung, mendengar keluhan warga, serta memperjuangkan hak-hak rakyat di hadapan aparat penegak hukum.
“Kalau pemimpin hanya datang waktu kampanye, lalu setelah terpilih lupa rakyat, itu namanya mengkhianati janji. Kami hanya ingin keadilan, kami hanya ingin makan, menyekolahkan anak, dan hidup wajar. Jangan biarkan masyarakat Kusubibi mati pelan-pelan karena kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat,” tutup pernyataan warga.
Dengan desakan keras ini, masyarakat berharap ada langkah nyata. Diamnya pemimpin hanya akan memperbesar jurang ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah. Sebaliknya, keberanian Bupati mengambil sikap tegas akan menjadi bukti bahwa beliau benar-benar hadir untuk rakyatnya.ujar warga desa kusubibi yang tidak mau di sebut namanya
Pewarta (Haji.Yasin)















