SidikPolisiNesw.id, Lampung Tengah – Dampak nyata ini disorot oleh Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas. Menurutnya, jeda dua minggu ini menjadi bukti kuat betapa besarnya ketergantungan ekonomi masyarakat terhadap program nasional tersebut.
Selama program MBG berjalan, hasil bumi seperti sayur-sayuran dan buah-buahan lokal terserap optimal. Namun, begitu program diliburkan, stabilitas pasar langsung terguncang.
“Inilah fakta yang ada di lapangan. Keberadaan MBG ini berkaitan langsung dengan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Mikdar saat di wawancarai di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2026).
Mikdar mengungkapkan, absennya program ini membuat harga komoditas pertanian terjun bebas. Keluhan tersebut didengarnya langsung saat turun ke lapangan dan berdialog dengan warga di dapur-dapur produksi.
“Harga-harga hasil pertanian menjadi hancur. Kami mendengar langsung keluhan dari para petani dan peternak, termasuk petani pisang. Mereka sangat merasakan dampaknya,” katanya.
Dampak negatif liburnya Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berhenti pada sektor hulu. Sektor hilir, seperti UMKM penyedia makanan dan para pekerjanya, ikut terkena imbas besar.
Banyak pekerja yang terpaksa kehilangan pendapatan harian karena aktivitas dapur umum MBG berhenti beroperasi.
“Bukan hanya pemilik usaha yang kehilangan pendapatan, tetapi juga para pekerjanya. Ini menunjukkan bahwa dampak positif dari program tersebut sangat nyata bagi masyarakat bawah,” tegasnya.
Melihat realita tersebut, Mikdar Ilyas berharap program andalan Presiden ini segera berjalan normal kembali. Ia tidak menampik jika masih ada kekurangan dalam pelaksanaan awal, namun penghentian total bukanlah solusi.
“Kalaupun selama ini ada hal-hal yang dikeluhkan atau menjadi catatan, tentu itu harus diperbaiki. Kami sangat berharap agar MBG ke depannya tetap berjalan dan dikelola dengan cara yang benar,” pungkasnya.
Melalui pengelolaan yang tepat, Program Makan Bergizi Gratis di Lampung diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh, membuka lapangan kerja baru, dan menyejahterakan petani lokal secara berkelanjutan.
(SidikPolisiNesw.id / Harry Irawan)















