Berita  

koperasi tani bersatu milenial obi, mahasiswa kkn unhas, dan csr harita nikel produksi starter padat & cair untuk pupuk alami

Admin 1 Sidik Polisi News

koperasi tani bersatu milenial obi, mahasiswa kkn unhas, dan csr harita nikel produksi starter padat & cair untuk pupuk alami

 

desa buton, 25 juli 2025 —sidikpolisinews.id rumah produksi pupuk alami di desa buton hari ini menjadi saksi kolaborasi tiga pihak dalam mendukung pertanian ramah lingkungan. koperasi tani bersatu milenial obi bersama mahasiswa kkn universitas hasanuddin (unhas) dan dukungan csr harita nikel memproduksi starter padat dan starter cair untuk pembuatan kompos alami.
starter padat dibuat dari:
sekam padi
dedak padi
gula pasir
ragi tempe
air cucian beras
sementara starter cair memanfaatkan:
air kelapa
air cucian beras
gula pasir
tempe
seluruh bahan yang digunakan merupakan bahan lokal yang mudah ditemukan, serta mengandung nitrogen dan kalium tinggi. kedua unsur ini membantu mempercepat proses dekomposisi bahan organik menjadi kompos yang sehat dan siap pakai.

bahan-bahan ini sangat kaya akan nitrogen dan kalium. proses dekomposisi jadi lebih cepat, dan yang paling penting, tidak ada risiko overdosis pada tanaman. justru tanah jadi lebih sehat dan subur,” ujar rangga, perwakilan csr harita nikel.

 

> “petani tidak harus terus bergantung pada pupuk kimia. harganya makin mahal, dan kita harus siap menghadapi tantangan dengan pertanian yang ramah lingkungan,” kata iksan ramli, anggota koperasi tani bersatu milenial obi.

 

kegiatan ini juga dihadiri oleh sekretaris desa buton, perwakilan csr harita nikel, delapan mahasiswa kkn unhas, serta para anggota koperasi.

semoga praktik ini menjadi ajang perhatian dan inspirasi bagi petani lain di obi agar mulai beralih ke pupuk alami yang lebih sehat bagi tanah, tanaman, dan lingkungan sekitar.

kegiatan berjalan lancar dan sesuai dengan harapan semua pihak yang terlibat. kolaborasi seperti ini diharapkan terus berlanjut untuk memperkuat ketahanan pangan lokal dan pertanian berkelanjutan di pulau obi.

Darwan aduhasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *