PANGKALPINANG — Sidikpolisinews.id Pengurus Daerah Indonesia Bekerja (Inaker) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengingatkan pentingnya menjaga suasana damai dan tertib menjelang rencana aksi penambang rakyat yang akan digelar di halaman Gedung DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis, 6 November 2025 pukul 13.00 WIB.
Ketua Inaker Babel, Aboul A’la Almaududi, SH, menekankan bahwa ruang demokrasi harus dijaga bersama dengan semangat saling menghormati dan berpegang pada kebenaran informasi. “Dalam menyampaikan pendapat, marilah kita tetap berpijak pada kebenaran. Jangan sampai ada fitnah, ujaran kebencian, atau berita bohong yang menyesatkan,” ujarnya kepada para awak media, Senin (3/11/2025).
Ia mengingatkan, semua pihak perlu bersikap dewasa dan tidak mudah terprovokasi. “Kalau orang Bangka bilang, jangan ngeliber kemane-mane — cukup sampaikan sesuai dengan apa yang tertulis dalam surat pemberitahuan. Jangan melebar ke hal-hal yang bisa menimbulkan salah paham,” kata Aboul.
Menurutnya, Inaker Babel tidak berada di barisan mana pun, melainkan berdiri di atas nilai kemanusiaan, ketertiban, dan tanggung jawab sosial. “Kami menghormati setiap pihak yang berjuang dengan cara damai dan terhormat. Tapi kami juga mengingatkan, jangan sampai ada pihak yang menunggangi semangat masyarakat untuk kepentingan lain,” tegasnya.
Surat pemberitahuan aksi unjuk rasa tertanggal 30 Oktober 2025 yang ditandatangani Batara Harahap, selaku koordinator penambang rakyat, ditujukan kepada Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, dengan tembusan kepada Gubernur Babel, Ketua DPRD Provinsi Babel, Kapolresta Pangkalpinang, dan Kapolres Bangka Selatan. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa aksi akan diikuti sekitar 1.000 peserta dengan tiga tuntutan utama yang berkaitan dengan kebijakan PT Timah Tbk.
Aboul mengajak masyarakat untuk melihat aksi damai sebagai bagian dari kedewasaan sosial, bukan ajang konfrontasi. “Kalau kita menganggap gedung DPRD, kantor kepala daerah, dan fasilitas umum itu milik rakyat, maka tugas kita adalah menjaga, bukan merusak. Karena itu dibangun dari pajak rakyat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar aparat keamanan tetap profesional dan menjaga kesejukan di lapangan. “Aparat dan masyarakat adalah bagian dari rakyat yang sama. Semoga pengamanan dilakukan dengan pendekatan persuasif agar situasi tetap kondusif,” tambahnya.
Aboul berharap, peristiwa yang terjadi pada 6 Oktober 2025 di lingkungan PT Timah Tbk, yang diwarnai kerusakan fasilitas, dapat dijadikan pelajaran bersama. “Mari kita belajar dari pengalaman itu. Aspirasi bisa disampaikan dengan tertib, damai, dan tetap menghargai sesama,” ujarnya dengan nada menenangkan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Inaker Babel akan terus berperan sebagai pengingat sosial agar ruang publik di Bangka Belitung tetap damai dan bebas dari provokasi. “Kami percaya, aspirasi yang disampaikan dengan cara beradab justru akan lebih didengar. Mari kita jaga Babel tetap rukun dan bermartabat,” tutup Aboul A’la Almaududi, SH.
(Fadian Bujang)















