SidikPolisiNews, Pohuwato, Senin 09 Desember 2024 — Bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA), Lembaga Aliansi Indonesia melalui perwakilannya, Bapak Herson Ali, kembali menegaskan komitmen penuh dalam pemberantasan korupsi, khususnya di wilayah Gorontalo, dengan fokus utama di Kabupaten Pohuwato. Dalam rangka aksi nyata, Bapak Herson Ali secara langsung mendatangi Kejaksaan Negeri Pohuwato untuk membangun kembali kemitraan strategis dalam upaya pemberantasan korupsi.
Kedatangan Bapak Herson Ali ke Kejaksaan Negeri Pohuwato bukan hanya simbolis, tetapi juga sebagai langkah awal memperkuat sinergi antara lembaga masyarakat dan institusi penegak hukum. Dalam kesempatan itu, beliau menegaskan, “Korupsi adalah musuh bersama yang harus diberantas melalui kolaborasi semua elemen masyarakat. Kami berharap kemitraan ini menghasilkan langkah konkret dalam pengawasan dan penegakan hukum terhadap praktik korupsi yang merugikan masyarakat Gorontalo.”
Sorotan pada Dugaan Ketidaktransparanan Alsintan
Di tengah konsistensi Lembaga Aliansi Indonesia, kasus dugaan ketidaktransparanan penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) oleh Dinas Pertanian Pohuwato menjadi sorotan. Kelompok investigasi BARAKUDA, tim investigasi di bawah naungan Lembaga Aliansi Indonesia, telah melayangkan surat permohonan data penerima alsintan kepada Dinas Pertanian Pohuwato berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Namun, hingga saat ini, belum ada tanggapan memadai dari pihak terkait.
Perwakilan tim BARAKUDA mengungkapkan bahwa mereka telah mendatangi Dinas Pertanian Pohuwato sebanyak tiga kali untuk menindaklanjuti permohonan data tersebut. Sayangnya, jawaban yang diterima selalu sama, yaitu menunggu kepala dinas yang diklaim sedang berada di luar kota. “Surat kami sudah diteruskan ke kepala dinas, namun hingga kini belum ada respons resmi. Kami menduga ini adalah bentuk penghambatan akses informasi publik,” ujar salah satu perwakilan BARAKUDA.
Indikasi Kejanggalan dalam Penyaluran Alsintan
Hasil investigasi awal BARAKUDA mengindikasikan adanya dugaan penyaluran alsintan yang tidak tepat sasaran. Beberapa alat diduga tidak diberikan kepada penerima yang seharusnya, sehingga data penerima menjadi sangat penting untuk memastikan bantuan tersebut tidak disalahgunakan. Ketidakjelasan dari pihak Dinas Pertanian hanya memperkuat kecurigaan akan adanya kejanggalan dalam proses distribusi tersebut.
Lembaga Aliansi Indonesia, melalui tim BARAKUDA, mendesak Dinas Pertanian Pohuwato untuk segera memberikan data penerima alsintan sesuai ketentuan Undang-Undang KIP. “Jika akses informasi terus dihambat, kami siap membawa kasus ini ke jalur hukum untuk memastikan masyarakat mendapatkan keadilan dan kejelasan,” tegas perwakilan tim.
Momentum Transparansi di HAKORDIA
Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali pentingnya transparansi sebagai pilar utama pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab. Lembaga Aliansi Indonesia berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi mewujudkan keadilan dan memastikan bahwa hak masyarakat Gorontalo, lebih khusus Pohuwato tidak terabaikan.
Tim Redaksi BARA














