
Obi, Maluku Utara, Sabtu, 19 April 2025 – Kecamatan Obi di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, tengah menghadapi penurunan pendapatan dan perputaran ekonomi yang signifikan. Warga mengeluhkan dampak penutupan tambang rakyat di Obi Barat, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian lokal.
Penurunan ekonomi terasa di berbagai sektor. Pendapatan para pengemudi ojek laut menurun drastis karena berkurangnya penumpang yang hendak menuju Obi Lato. Para pedagang kaki lima juga merasakan dampak yang sama. Ibu Nur, seorang pedagang kaki lima, menceritakan bahwa penjualannya kini jauh berkurang. “Biasanya kalau tambang rakyat di Obi Barat beroperasi, dagangan saya selalu habis. Penumpang yang akan ke Obi Lato juga ramai, tapi sekarang setelah tambang rakyat dihentikan, dagangan saya banyak yang tersisa,” ujarnya.
Kondisi serupa juga dialami oleh pemilik penginapan yang mengeluhkan sepinya pengunjung. Ojek pangkalan pun kesulitan mendapatkan penumpang. Penurunan aktivitas ekonomi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat Obi. Mereka berharap pemerintah daerah dapat segera mencari solusi untuk mengatasi masalah ini dan menghidupkan kembali perekonomian lokal. Masyarakat berharap agar ada solusi yang dapat meningkatkan perekonomian di Kecamatan Obi.
Pemerintah daerah hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penurunan ekonomi di Kecamatan Obi dan dampak penutupan tambang rakyat tersebut. Warga berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi masyarakat Obi.















