banner 728x250

Edi Tatipatah Guru PPPK Di Duga Bodong, Tidak Pernah Mengabdi SDN 125 Dan Ngaku Wartawan.

banner 120x600
banner 468x60

HalSel, sidik polisi news, Berdasar informasi yang dihimpun dari pihak sekolah Dasar Negeri 125 Babang kecamatan bacan timur kabupaten halmahera selatan provinsi maluku utara bahwa, Guru PPPK atas Nama Edi Tatipatah semenjak di angkat menjadi PPPK jarang melaksanakan tugas atau tanggung jawabnya sebagai pengajar.

Bahkan Diduga tidak berhonor di Di SDN 125 Tetapi SK Sekolah dan Rekomendasi di keluarkan dari sekolah tersebut bahkan di duga yang membuat SK honorer nya yaitu mantan kepala sekolah.4/2/2026

banner 325x300

Sementara Edi Tatipatah saat dihubungi lewat WhatsApp pribadinya mengatakan bahwa saya selalu masuk bahkan saat masih kepala sekolah ibu sarnawiya juga saya masuk, dan ibu loly kepala sekolah baru saya juga masuk, cuma karena saya juga ada pengajar di paud untuk itu saya kordinasi dengan Ibu Loly, dan ibu loly katakan pak Edi Fokus saja di Paud.

Lanjut , anehnya Edi saat dihubungi terkesan memberikan penjelasan tidak sesuai, sebab yang namanya SK kalau di tempat kan disekolah itu tetap harus mengabdi di sekolah tersebut, bukan mengabdi dipaud sebab dipaud Edi hanya sebagai pengelola bukan pengajar.

Untuk lebih jelasnya di paud Edy hanya sebagai pengelola bukan pengajar, sementara SK PPPK nya di tempatkan di SDN 125 bukan dipaud. Yang lebih parah nya lagi Edi ngaku wartawan sebab guru PPPK tidak disarankan dan dilarang merangkap profesi sebagai wartawan dimedia umum. hal ini dikarenakan potensi konflik kepentingan yang besar, melanggar aturan ASN yang menuntut profesionalitas penuh, serta ditegahkan oleh kode etik jurnalistik dan aturan organisasi PWI.

Sementara Mantan Kepala sekolah Ibu Sarnawiya saat dihubungi lewat WhatsApp pribadinya mengatakan bahwa, Edi itu mengajar di paud cuma saat ingin mengikuti tes seleksi PPPK SK titipan nya di SDN 125.

Ibu Wiya juga katakan di saat saya kepala sekolah Edi ini selalu masuk cuma sewaktu ibu loly kepala sekolah Edi jarang masuk bahkan Apsen nya tidak ada, kenapa Edi jarang masuk karena kurang harmonis dengan kepala sekolah baru ucap ibu Wiya mantan kepala sekolah.

Dari percakapan dengan ibu Wiya menyimpulkan bahwa, Edi diduga tidak pernah berhonor di SDN 125, cuma saat saat mengikuti seleksi PPPK arahan dari sepupu Edi BKD agar mencari sekolah Negeri dapat lah SDN 125 karena diPaud tidak bisa mengikuti seleksi.

Karena saat itu SDN 125 babang tidak mempunyai guru agama kristen yang ber S.1, maka ibu wiya sebagai kepala sekolah 125 Halmahera Selatan menerima beliau selaku honorer karena memang ada kuota ucapnya.

Sementara kepala sekolah baru ibu loly saat ditemui di kantornya mengatakan, semenjak saya kepala sekolah Edi jarang masuk sekolah, karena kesal tidak masuk – masuk untuk itu saya sampaikan di Edi kalau begitu minta surat dari BKD atau dinas pendidikan biar jangan lagi datang di sekolah, dan hal ini saya baru sampaikan Minggu kemarin.

Dan sampai saat ini surat belum ada, kemungkinan tidak di ijinkan karena Edi di paud sebagai pengelola bukan pengajar ucap Loly. (M.Tahapary)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *