Sidikpolisinews.id Bontang, Kalimantan Timur — Proyek Strategis Nasional (PSN) Pabrik Soda Ash di Kota Bontang kembali menjadi sorotan publik. Berbagai kritik dan polemik muncul dari masyarakat serta para pengusaha lokal yang menilai pelaksanaan proyek tersebut kurang transparan dan minim keterlibatan pihak daerah. Jumat 31/10/25
Menanggapi hal itu, Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Lembaga Pemantau Elang Tiga Hambalang Kalimantan Timur menyampaikan pesan penting agar semua pihak terkait dapat memastikan proyek ini berjalan dengan baik, adil, dan melibatkan semua elemen masyarakat.
Ketua DPP Elang Tiga Hambalang Kaltim, Andi Ansong, menegaskan bahwa proyek soda ash harus menjadi momentum kebersamaan untuk membangun Kalimantan Timur, bukan justru menimbulkan kesan monopoli.
> “Kami berharap proyek strategis nasional ini benar-benar melibatkan masyarakat dan pengusaha lokal. Jangan sampai proyek sebesar ini hanya dikuasai oleh segelintir pihak tanpa memperhatikan kepentingan daerah,” ujar Andi Ansong.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Elang Tiga Hambalang Kaltim, Syaharuddin atau kerap disapa pak guru, menambahkan bahwa lembaga akan terus mengawal jalannya proyek tersebut agar sesuai dengan aturan dan kepentingan publik.
> “Kami mendukung penuh pembangunan nasional, termasuk proyek soda ash ini. Namun seluruh prosesnya harus transparan, sesuai peraturan, dan tidak menyalahi prinsip keadilan sosial,” tegasnya.
DPP Elang Tiga Hambalang Kaltim juga mengingatkan bahwa dugaan adanya indikasi pelanggaran dalam proses perizinan harus menjadi perhatian serius pemerintah dan pihak berwenang.
Meskipun demikian, lembaga tersebut tetap memberikan dukungan terhadap proyek soda ash demi kemajuan industri nasional dan pembangunan ekonomi di Kalimantan Timur.
Dengan semangat pengawasan dan kemitraan konstruktif, Elang Tiga Hambalang Kaltim berkomitmen untuk terus mengawal jalannya proyek-proyek strategis di daerah agar berjalan bersih, terbuka, dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.*Arm*















