SidikPolisinews.id >>|| SULAWESI UTARA.Minsel Jumat(20/6/25)– penghadangan sekelompok warga masyarakat yang di pimpin oleh keluarga Lole Pantau pada lokasi PETI di desa Ratatotok Minahasa tenggara Sulawesi Utara, semakin menambah potensi konflik pada Lokasi pertambangan Emas tanpa ijin,Alih alih Nama institusi kepolisian kembali terseret akibat ulah dari oknum yang sering diduga Mengatas namakan Pejabat tinggi mabes polri.
Lole Pantow, warga Ratatotok, Minahasa Tenggara adalah pemilik Lahan yang bersertifikat tergusur dari tanahnya sendiri,dan dituding melakukan pertambangan Ilegal tanpa ijin. Hal ini
Benar benar sangat ironis dan memilukan keluarga besar lole pantow Bayangkan, Lole Pantow ditahan dan dititipkan di Polda Sulut,dituding melakukan aktivitas pertambangan emas ilegal (PETI) di tanahnya sendiri tanpa ijin dokumen resmi.
Kemudian Lahannya dirampas oleh sekelompok orang, seperti yang di lansir dalam pemberitaan: https://Komentar.id.terbit tanggal 20Juni 2025.terpantau dalam pemberitaan tersebut disebutkan dipimpin oleh oknum yang dalam identifikasi sementara berinisial Chan, Wartawan Bodrex alias Wartawan tanpa berita (bikin sakit kepala).
Nama Chan mulai dikaitkan dengan tindakan biadab menerjang lahan Lole Pantow menggunakan alat berat jenis excavator. Pria yang tidak jelas asal-usulnya itu mengaku ke sejumlah orang di Pasolo adalah suruhan Mabes Polri untuk memimpin sekelompok orang di lokasi tambang. Mereka diduga berkolusi dengan tim di Mabes Polri untuk mengolah lokasi tersebut tanpa sepengetahuan Kapolri Jenderal Sigit Prabowo. Buntutnya kelompok liar ini dihadang keluarga Ahli Waris Lole Pantow, pada Kamis siang(19/6)
Dengan Adanya pencatutan nama “Bapak Kapolri jendral Sigit prabowo dan nama institusi Mabes polri,Diminta Dirkrimsus mabes polri,dan Polda Sulut agar segera menindak lanjuti tudingan tersebut,yang di alamatkan ke seseorang untuk diseriusi secara seksama,ada apa dengan nama Chandra Damopolii oknum wartawan bodrex tersebut? Sehingga disebutkan dalam pemberitaan Media Komentar.id.
Dikonfirmasikan Awak media kepada pimpinan redaksi Media KANNIAdvokasi.id” Bapak “Yosep Bonang ST dijakarta terkait tudingan Yang di alamatkan kepada wartawan bernama Chandra Damopolii,”sejauh ini belum ada pemberitaan klarifikasi terkait tudingan tersebut, [20/6 23.44] REDAKSI.KANNI: Ya kami akan tunggu itikad baik, kaitan dengan hak jawab yang sudah disampaikan.
[20/6 23.45] REDAKSI.KANNI: Kalau isu yang menerpa kami, bukan hal tabu.
[20/6 23.45] REDAKSI.KANNI: Itu resiko dan konsekuensi, Jawab Yosep Singkat.
Disinggung, Bagaimana selanjutnya jika,Oknum Chandra Damopolii benar Terlibat dalam konspirasi Kelompok penyerobot Tanah milik Bapak Lole Pantau pada lokasi PETI diratatotok Minahasa tenggara. “Kalau memang terbukti secara hukum melalui lembaga peradilan, maka kami tidak akan mentolelir hal tersebut.Tegas Pimred Yosep.
Chan yang dituding Kuat dugaan sebagai penggaet investor pendana untuk menyetorkan koordinasi ratusan juta kepada gerombolan mafia tambang di Mabes Polri,belum dapat terkonfirmasi oleh awak media SidikPolisiNews.id, akan tetapi Awak media akan berupaya untuk dapat terkonfirmasi guna,pemberitaan klarifikasi Hak jawabnya.
Wartawan : MauritsLokong.















